Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

'Gereja Besi' Tomohon, Gereja Tertua yang Sudah Lewati Masa Seabad

Kota Tomohon memiliki banyak bangunan bersejerah, tempat di mana Gedung gereja tertua di tanah Toar Lumimuut.

Tayang:
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUN MANADO/RYO NOOR
Gereja Katolik Hati Kudus Tomohon. Gedung bergaya Eropa itu lebih dikenal dengan nama Gereja Besi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Kota Tomohon memiliki banyak bangunan bersejerah, tempat di mana Gedung gereja tertua di tanah Toar Lumimuut.

Satu di antara gereja tertua yakni Gereja Katolik Hati Kudus Tomohon. Gedung bergaya Eropa itu lebih dikenal dengan nama Gereja Besi, demikian orang-orang menamainya.

Sesuai namanya, Gereja itu dibangun dengan konstruksi besi, terutama di bagian menara gereja.

Melewati masa seabad lebih, atau tepatnya 113 tahun, bangunan tua itu masih kokoh berdiri hingga kini.

Sejarawan Minahasa Hendrikus Benedictus Palar menungkapkan, Gereja Besi mulai dibangun tahun 1902, dan baru ditahbiskan 1903.

"Tepatnya 28 September 1903 ditahbiskan," kata Pria berusia 80 tahun itu ketika bersua Tribun Manado, di kediamannya di Kelurahan Paslaten, Kota Tomohon.

Catatan sejarah itu bisa dilihat langsung diprasasti di dalam gedung gereja. Prasasti itu tertulis dalam bahasa latin.
A D MCMII Inchoata, AD MCMIII Solemniter Bendicta Sum

Makna kalimat tersebut kata Palar merupakan tahun dimulainnya pendirian gereja dan tahun ditahbiskan.

"Lewat prasati itu seolah-eolah gedung itu bercerita, Ia didirikan tahun 1902, dan ditahbiskan tahun 1903," ungkap Pria yang akrab disapa Ben.

Gereja Hati Kudus ditahbiskan ketika itu oleh seorang misionaris bernama Pastor Antonius Van Pelsen. Pastor Tomohon itu kemudian menjadi Uskup Betawi.

Tanah tempat gedung gereja berdiri awalnya tanah milik Mayor Wenas. Catatan sejarah menyebut terjadi tukar guling dengan tanah milik gereja Katolik.

Gedung gereja dibangun dengan ukuran 41 x 14 meter bujur sangkar.

Ketika itu pembangunan melibatkan campur tangan Pemerintah Hindia Belanda, "Tukangnya orang Jawa, karena konstruksinya besi, sehingga orang Minahasa ketika itu belum mahir dengan pekerjaan besi," ungkapnya.

Pembangunan berlangsung relatif singkat kira-kira satu tahun. Sebelum ditahbiskan.

Kontruksinya sesuai gaya eropa, dengan menara dan rangka bangunan dari besi.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved