Kamis, 11 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kebakaran di Tomohon

Kesaksian Mahasiswa Saat Gedung Laboratorium FIPP Unima di Kaaten Matani Tomohon Terbakar

Peristiwa kebakaran melanda kawasan Kampus Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado yang terletak di Kaaten Tomohon

Tayang:
Penulis: Chintya Rantung | Editor: Chintya Rantung
Ist/Tangkap layar Fb. Jhonlee Mentang
KEBAKARAN - Peristiwa kebakaran melanda kawasan Kampus Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (Unima) yang terletak di Kaaten, Kelurahan Matani, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, pada Minggu (7/6/2026) sore. Gedung laboratorium terbakar. 

Ringkasan Berita:
  • Peristiwa kebakaran melanda kawasan Kampus Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (Unima) yang terletak di Kaaten, Kelurahan Matani
  • Informasi yang dihimpun Tribun Manado dari salah satu mahasiswa yang berada di dekat lokasi kejadian, kebakaran terjadi sekitar pukul 15.00 WITA
  • Bima, salah satu mahasiswa FIPP Unima, menuturkan bahwa saat kebakaran terjadi, dirinya bersama sejumlah rekan mahasiswa sedang berada di area kampus untuk menggelar sebuah kegiatan

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Peristiwa kebakaran melanda kawasan Kampus Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (Unima) yang terletak di Kaaten, Kelurahan Matani, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, pada Minggu (7/6/2026) sore.

Informasi yang dihimpun Tribun Manado dari salah satu mahasiswa yang berada di dekat lokasi kejadian, kebakaran terjadi sekitar pukul 15.00 WITA.

Insiden ini sempat membuat panik para mahasiswa yang berada di lokasi kejadian.

Bima, salah satu mahasiswa FIPP Unima, menuturkan bahwa saat kebakaran terjadi, dirinya bersama sejumlah rekan mahasiswa sedang berada di area kampus untuk menggelar sebuah kegiatan.

Menurut kesaksian Bima, titik api pertama kali terlihat berasal dari salah satu fasilitas laboratorium.

"Awal mula kejadian, berawal dari Laboratorium IPA dan diduga terjadi korsleting, kemudian dengan cepat menjalar ke Laboratorium Kimia dan Laboratorium Matematika," ujar Bima.

Keberadaan api tersebut pertama kali disadari oleh salah satu pemateri kegiatan yang hendak mereka ikuti.

Pemateri tersebut melihat kepulan asap tebal yang disusul oleh kobaran api.

"Pertama kali lihat ada asap itu salah satu pemateri dalam kegiatan yang kami akan ikuti. Setelah dia lihat ada api, dia langsung memberi tahu kepada kami," tambahnya.

Ia mengaku laboratorium dengan lokasi tempat kami mengadakan kegiatan agak jauh.

Begitu menerima informasi adanya kebakaran, para mahasiswa langsung bergerak cepat untuk menyelamatkan diri dan mengevakuasi rekan-rekan lainnya yang berada di lokasi.

"Kami langsung mengevakuasi teman-teman yang akan ikut kegiatan dan segera menghubungi pimpinan kampus serta pemadam kebakaran untuk meminta pertolongan," kata Bima.

Tak berselang lama, sejumlah armada pemadam kebakaran bersama aparat kepolisian langsung dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah.

"Ada sekitar 6 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang datang ke lokasi, serta pihak kepolisian yang langsung mengamankan TKP dan memintai ketarangan kepada saksi yang pertama kali lihat," bebernya.

Ia pun menambahkan tak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran ini.

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved