Tribun Manado Travel
Sparta Stable Tomohon, Lokasi Hangout Kekinian Kawula Muda
Lokasi yang terletak di perbukitan Rurukan dianugerahi panorama alam dan udara sejuk, seperti ciri khas pemandangan Rurukan.
Penulis: Ryo_Noor | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - SPARTA Stable lagi hits di kalangan kawula muda. Terletak di Kelurahan Rurukan, Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon, tempat itu kini bertransformasi menjadi lokasi hangout (nongkrong) kekinian.
Sabtu (18/2) sore, Tribun Manado berkesempatan mengunjungi lokasi itu. Siapa sangka, lokasi yang digandrungi kawula muda ini adalah kandang kuda. Tak heran, namanya Sparta Stable.
Namun Sparta Stable tak sembarang kandang kuda. Lokasi yang terletak di perbukitan Rurukan dianugerahi panorama alam dan udara sejuk, seperti ciri khas pemandangan Rurukan yakni lokasi perbukitan yang ditumbuni sayur mayur.
Panorama alam begitu memanjakan mata. Di ufuk timur ada Kota Bitung bersama pemandangan teluknya hingga Gunung Duasudara. Dari bukit Sparta Stable pengunjung bisa menanti matahari terbit.
Di bagian selatan, pecinta travelling bisa memandangi hamparan pemandangan Kota Tondano dengan danaunya yang tenar. Di bagian lainnya, dikelilingi pemandangan lahan perkebunan hortikultura.
Sayang, sore itu cuaca berkabut, usai Kota Tomohon diguyur hujan deras. Namun, samar‑samar panorama alam masih bisa dinikmati dalam selimut kabut tipis.
Ingrid Pandeirot, pengelola Sparta Stable, mengungkapkan, sebenarnya tanah di atas bukit ini merupakan properti pribadi milik pamannya, Adolf Ratulangi.
Lokasi ini dimanfaatkan untuk perkebunan sayur. Ia dan ayahnya, kebetulan hobi memelihara kuda pacu. Kuda dipelihara di permukiman Rurukan, belakangan kandang kuda dipindah ke lokasi bukit ini. Sebagian besar lahan untuk menanam sayur, sebagian sisanya untuk aktivitas memelihara kuda.
Kata Inggrid, penataan pun mulai dilakukan, mulai dari gubuk hingga dibangun rumah permanen. Belakangan, rumah itu jadi semacam vila di atas bukit.
"Jika ingin bersantai melepas penat biasa kita ke sini (Sparta Stable) akhir pekan, kalau ada acara‑acara keluarga dibikin di sini," ungkap Inggrid.
Di akhir Desember 2016, Sparta Stable mulai 'diserbu' pengunjung, kebanyakan kalangan muda. Lokasi ini pun jadi tenar setelah banyak pengunjung mengunggah foto ke media sosial.
"Jadi semacam tempat hangout kekinian," ujarnya sembari tersenyum.
Padahal, sebenarnya lokasi ini merupakan properti pribadi dan tak dibuka untuk umum. Namun Inggrid tak kuasa menolak arus kunjungan.
"Kami akhirnya buka untuk umum. Setelah dipikir‑pikir, kami juga ingin berbagi suasana dan pemandangan indah ini yang merupakan anugerah Tuhan," ungkap ibu yang punya anak kembar.
Pengunjung Sparta Stable pun dikenakan biaya Rp 5.000 per orang untuk perawatan lokasi. Inggrid pun mengelola kafe untuk pengunjung yang ingin bersantai sembari menikmati makan dan minum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sparta-stable-tomohon_20170219_115233.jpg)