Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perwujudan Kebaikan Bersama

Tahapan penting yang harus kita ketahui adalah masa kampanye tanggal 26 Oktober‑11 Februari 2017, masa tenang tanggal 12‑14 Februari.

Editor:
ilustrasi Pilkada Serentak 2017 

Proses pemilu terdahulu memberi bukti ada penyelenggara pemilu yang tersangkut masalah dan membuat masalah karena tidak netral bahkan ikut memanipulasi suara.

Pelanggaran yang berpotensi menimbulkan masalah harus diantisipasi bersama dan harus ada penegakkan hukum yang adil dan efektif untuk memberi jaminan terselenggaranya Pilkada yang berkualitas dan bermartabat.

Apabila Pilkada telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan undang‑undang, hendaknya kita rela menerima hasilnya dan siap memberikan dukungan untuk menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat. Segala perbedaan pendapat dan pilihan politik, hendaknya berhenti saat kepala daerah hasil Pilkada dilantik.

Pilihlah dengan cerdas dan bertanggung jawab! Gereja mendorong umat untuk menggunakan hak dengan berpartisipasi dalam Pilkada dan memastikan tidak membawa lembaga Gereja masuk ke dalam politik praktis.

Setiap warga negera yang telah memiliki hak suara harus ikut terlibat menentukan dan memilih siapa yang akan menjadi pemimpin daerah melalui mekanisme yang telah ditentukan oleh peraturan undang‑undang yang berlaku.

Ikut memilih dalam Pilkada merupakan hak dan panggilan sebagai warga negara. Dengan ikut memilih berarti kita ambil bagian dalam menentukan arah perjalan dan kehidupan daerahnya. 

Oleh karena itu, penting disadari bahwa pemilih tidak saja memberikan suara, melainkan menentukan pilihan dengan cerdas, bertanggungjawab, dan sesuai dengan suara hati. Kita yang punya hak suara janganlah Golput.

Pahamilah kriteria pilihan dan kiat dalam memilih dengan tepat. Para calon pemimpin daerah yang akan kita pilih harus dipastikan orang bijak, yang menghayati nilai‑nilai agamannya dengan baik dan benar, peduli terhadap sesama, berpihak kepada rakyat kecil, cinta damai dan anti kekerasan serta peduli pada pelestarian lingkungan hidup. 

Hati‑hatilah supaya kita tidak terjebak dan ikut dalam politik uang yang dilakukan calon  untuk mendapatkan dukungan suara.  Penting untuk kita ingat bahwa politik uang bertentangan ajaran Kristiani dan merusak asas‑asas demokrasi.

Berdoalah untuk pelaksanaan Pilkada! Marilah kita mengiringi proses pelaksanaan Pilkada dengan doa. Kita memohon berkat Tuhan agar Pilkada berlangsung dengan damai dan menghasilkan pemimpin daerah yang berintegritas serta mau berjuang keras memperhatikan rakyat demi terwujudnya kesejahteraan umum.

*Seruan Pastoral KWI Menyambut Pilkada Serentak 2017

Mgr. Ignatius Suharyo, Ketua

Mgr. Antonius S. Bunjamin, OSC, Sekretaris Jenderal

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved