Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Warga Talikuran Protes PGE Tompaso

Puluhan masyarakat desa Talikuran kecamatan Tompaso demo di depan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Tompaso, Kamis (19/1).

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Andrew_Pattymahu

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID,TONDANO- Puluhan masyarakat desa Talikuran kecamatan Tompaso demo di depan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Tompaso, Kamis (19/1).

Mereka datang dengan membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan tuntutan mereka di antaranya utamakan tenaga lokal, pihak Pertamina tidak transparansi dalam perekrutan tenaga kerja, pihak PGE memperdaya bukan memberdayakan, kami minta pihak PGE transparan dalam perekrutan tenaga kerja dan mengutamakan masyarakat lokal, Tou Tompaso bukan tamu di tanah sendiri, Presiden tolong lindungi hak masyarakat lokal, kami tuntut janji pak Presiden memberdayakan masyarakat lokal, Utamakan tenaga kerja lokal karena dampak kedepannya kami yang akan rasakan, dan masih banyak tulisan lain.

Mereka memasang beberapa spanduk di pagar proyek PGE tersebut juga memasang bendera merah putih yang mereka bawa, sembari melakukan orasi tuntutan yang mereka bawa.

Mereka dikawal oleh anggota Polres Minahasa juga Polsek Tompaso, serta Koramil Kawangkoan, serta camat dari Tompaso dan Tompaso Barat.

Pihak PT PGE Lahendong kemudian datang menemui, namun disepakati pembicaraan akan dilanjutkan di balai desa Talikuran.

Hadir dari pihak PGE Dimas sebagai Humas dan Julian. Sementara dari warga di antaranya Angga, Roki, Christian, dan warga lainnya, hukum tua Talikuran Berty Tuju.

Warga mempertanyakan jumlah kuota penerimaan tenaga kerja dari PGE, selain itu ada 70 orang yang sudah direkrut tanpa adanya sosialisasi.

"Padahal dari PGE sendiri bilang bahwa saat perekrutan akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu ke desa, tapi ini tidak ada sosialisasi namun sudah ada perekrutan diam-diam," ujar Angga.

Selain itu mereka mempertanyakan berapa jumlah pekerja yang akan direkrut baik yang skil dan non skil."Supaya jelas harus transparan," jelas dia.

Sementara dari PGE menyampaikan bahwa penerimaan tenaga kerja sudah diserahkan sepenuhnya kepada pihak ke tiga atau kontraktor, sehingga mereka tidak memiliki kewenangan untuk menerima pekerja.

"Semuanya yang proses dari kontraktor untuk perekrutan," jelas Dimas Humas PGE.
Ia menjelaskan bahwa sumur 5 dan 6 ini masih persiapan dikelola oleh PGE.

"Sebab meski sudah diresmikan oleh Presiden, namun belum diserahkan 100 persen ke PGE dari kontraktor proyek pembangunan, makanya kami sementara bersiap, termasuk mempersiapkan tenaga kerja, nah tenaga kerja itu perekrutannya dipercayakan ke pihak ketiga, sehingga kami tidak bisa menjamin siapa yang direkrut," ujarnya.

Namun permintaan dari masyarakat Talikuran agar ada anggota masyarakat yang diterima bekerja di PGE 5 dan 6 akan disampaikan ke atasan, juga kepada kontraktor perekrutan.

"Tapi kami minta warga mendaftar dan ikut tes dulu, setelah hasilnya keluar baru lakukan tindakan berikutnya," jelas Dimas.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved