Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perayaan 25 Tahun Imamat Pastor Yanto Bersyukur Walaupun Sakit

Anak-anak Serikat Kepausan Anak Misioner (Sekami) tiba-tiba membungkuk selesai menyanyikan satu lagu selesai penerimaan komuni di Gereja Santo Yoseph

Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
DAVID MANEWUS
Pastor Fransiscus Putut Haryanto (Pastor Yanto) memasang lilin pada kue perayaan 25 tahun imamatnya di gereja Santo Joseph Manado Minggu (15/1). Teks menyusul. 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO-Anak-anak Serikat Kepausan Anak Misioner (Sekami) tiba-tiba membungkuk selesai menyanyikan satu lagu selesai penerimaan komuni di Gereja Santo Yoseph Kleak Manado, Minggu (15/1). Mereka lalu menyanyikan lagu dengan kata-kata yang populer akhir-akhir ini.

"Telolet, Telolet," nyanyi mereka.

Dua kali penampilan dalam rangka Ulang Tahun Imamat ke-25 Pastor Fransiscus Putut Hariyanto (Pastor Yanto) membuat yubilaris (yang berpesta) itu tersenyum-senyum walau masih didera sakit. Undangan lain banyak yang tertawa karena penampilan anak-anak itu termasuk sekretaris keuskupan Pastor John Montolalu, Pastor Paroki Santo Joseph Pastor Will Thome, dan Pastor John Karundeng.

Dalam renungan, Pastor Yanto dengan tema perayaan tinggal dalam kasih-Ku, itu mengatakan ia hidup dalam belas kasih imam hingga bisa merayakan 25 tahun menjadi imam.

"Karena proses kasih setia Tuhan dari non Kristen saya dibabtis menjadi Katolik. Di seminari Tuhan memanggil saya. Sebagai imam saya dipilih-Nya," katanya.

Ia kemudian katanya diberi tanggungjawab di paroki. Sekarang katanya ia diberi salib plus dengan adanya penyakit berat yang ia derita.

"Semua kasih karunia Tuhan. Karena itu, saya  mengangkat Mazmur 23 di mana Tuhan adalah gembalaku, Ia menjamin hidupku," ujarnya.

Dalam syukuran ini, katanya ia mensyukuri kasih setia Tuhan itu. Dalam kasih-Nya, ia merasa kuat.

Dalam amanat Sabda sesudah pengumuman, ia mengaku sangat terharu. Ia sudah lama katanya tidak mendengar koor yang bagus.

"Ini mengantar jiwa dan sukma ke surga. Terima kasih untuk teman-teman pastor juga tim grup kecil Telolet," katanya.

Pastor John Montolalu, sekretaris keuskupan mewakili uskup Manado Mgr. Joseph Suwatan MSC mengatakan Pastor Yanto "dibangunkan" dengan telolet. Setelah terbangun, Pastor Yanto katanya menangis.

"Banyak hal yang dipikirkannya teristimewa kenangan indah dengan umat Paroki Santo Joseph yang ditinggalkannya di Desember 2013. Berkat pastor paroki Santo Joseph (Will Thome), ia kembali ke sini," ujarnya.

Pastor Yanto kata Pastor John, pergi dengan kegelisahan dan kecemasan cukup mendalam karena sakit yang dialami. Ia kembali dalam proses perawatan dan penyembuhan dengan penuh sukacita.

"Pada kesempatan ini dengan ambil bagian dalam pelayanan ini, umat Katolik menimba spirit imamat dari kesaksian Pastor Yanto. Seperti yang dikatakan nabi Yesaya pada bacaan Misa hari ini. Tidak cukup baginya menjadi pastor bagi keluarga, paroki, atau keuskupan. Itu semangat yang dibawa oleh Pastor Yanto," katanya.

Pastor Yanto kata John tidak akan menyerah walau sudah lima kali operasi.
Pastor Yanto katanya seorang imam dengan penyerahan diri luar biasa.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved