Melinda Tahu Facebook Tapi Tak Bisa Akses
Kementerian Komunikasi dan Informatika membuat program akses internet Universal Service Obligation di SMP Negeri 5 Desa Sak
Penulis: | Editor:
sudah menjadi kebutuhan setiap orang. Tapi ternyata masih ada daerah di Indonesia yang belum bisa menikmati akses internet.
Desa Sakita Kecamatan Morotai Selatan Kabupaten Pulau Morotai contohnya.
Jangankan akses internet, jaringan telepon seluler pun masih sulit ditemukan.
Pemerintah melalu Kementerian Komunikasi dan Informatika kemudian membuat program akses internet Universal Service Obligation di SMP Negeri 5 Desa Sakita.
Rasa penasaran terlihat dari wajah siswa-siswa di ruangan komputer sekolah ini. Mereka tak sabar ingin mencoba akses internet yang disediakan oleh pemerintah ini.
Melinda Hasan contohnya. Ia antusias mendengarkan instruksi dari Menteri Komunikasi dan Informatika, Rusdiantara.
"Kalau Facebook tahu karena pernah dengar dari saudara, tapi seperti apa itu, bagaimana modelnya kita tak tahu karena tak bisa akses internet," ujar siswa SMP Negeri 5 Sakita, Senin (21/11).
Setahu Melinda, dengan Facebook dia bisa menambah teman atau bisa berkomunikasi dengan saudara-saudaranya. "Kalau internet sudah lancar, kita di sini tak perlu jauh-jauh cari sinyal untuk menelepon, bisa kirim kabar lewat Facebook," kata Melinda.
Ida, seorang guru di SMP N 5 ini juga sangat berterima kasih dengan adanya program ini.
"Kami sebagai guru tentunya sangat senang karena dengan adanya akses internet di sekolah ini akan membuat kami lebih gampang mencari bahan ajar bagi siswa. Selain itu kami juga tak harus jauh-jauh ke pusat kota Morotai yang memakan waktu dan dana yang besar untuk mengakses internet," tuturnya.
Anggota Komisi I DPR RI Daerah Pemilihan Maluku Utara Irene Yusiana Putri mengatakan, sejak pertama kali menjadi anggota DPR RI konsep pembangunan Presiden Jokowi yang dari daerah pinggiran sangat tepat di Desa Sakita.
"Pertama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri, karena Bapak adalah menteri pertama yang datang ke daerah terluar Indonesia. Dengan adanya akses internet di sekolah maka siswa-siswa bisa menambah pengetahuan mereka tentunya dengan pengawasan guru atau orangtua," kata Irene.
Dia mengatakan, dengan adanya akses internet tidak menutup kemungkinan bagi warga sekitar untuk mengembangkan usaha secara online. "Jadi bisa saja pisang mulut bebek yang Pak Menteri makan saat ini bisa dipesan secara online," tuturnya.
Kata Irena, tahun 2013 saat dirinya datang ke Sakita, Bere-bere dan sekitarnya, sinyal telepon sangat susah.
"Jika warga ingin menelepon mereka harus mencari titik-tik 'cinta' untuk mendapatkan sinyal. Itu bisa di bawah pohon kelapa, kebun jagung, atau bahkan di atas bukit. Dengan masuknya internet dan pembangunan sarana komunikasi lainnya, ini akan sangat membantu warga di sini," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ujicoba-internet_20161122_060929.jpg)