Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mahasiswa Pasca Sarjana Unsrat Belajar Soal Pemilu di KPU Minahasa

Berbagai upaya dilakukan oleh Komisi Pemilhan Umum (KPU) Minahasa guna mempersiapkan diri menghadapi Pilkada Minahasa 2018 mendatang.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor:
Logo KPU dan Bawaslu 

Setelah pembukaan dilanjutkan dengan pemberian materi soal problematika seputar Pemilu dan Pilkada oleh ketua KPU Minahasa Meidy Tinangon, kemudian materi manajeman pengawasan Pemilu dan Pilkada oleh Herwyn Malonda ketua Bawaslu Sulut.

Dalam materinya Malonda mengungkapkan bahwa Pemilu merupakan kompetisi politik yang rawan terjadi pelanggaran.

"Pelanggaran Pemilu dapat menyebabkan terganggunya pelaksanaan Pemilu yang berintegritas sebagaimana kita harapkan bersama," jelas dia.

Sehingga untuk menjamin kualitas dan integritas Pemilu, diperlukan adanya pengawasan oleh Bawaslu.

Sementara itu, Ketua KPU Minahasa Meidy Tinangon yang menjelaskan tentang Problematika Pemilu dan Pilkada menjelaskan bahwa sekalipun penyelennggaraan Pemilu dan Pilkada sekarang sudah semakin baik, namun diakuinya masih terdapat kesenjangan antara harapan dan realitas.

"Kesenjangan itulah yang kita kenal sebagai problematika Pemilu," jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa harapan ideal Pemilu di Indonesia nyata dalam asas pemilu yaitu luber dan jurdil.

"Masih banyak masalah dalam perwujudan luber dan jurdil tersebut. Masalah tersebut perlu dicarikan way out-nya," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Mahasiswa diberi kesempatan berbagi pengalaman dengan bupati sebagai praktisi politik di daerah ini.

Kegiatan kuliah lapangan ini bermaksud mengetahui fakta-fakta tentang kepemiluan atau Pilkada selama ini.

Kegiatan ini untuk memperkuat kapasitas mahasiswa program pendidikan tata kelola pemilu pascasarjana Unsrat.

Program pendidikan tata kelola pemilu berdiri pada tahun 2015 dan sekarang sudah 2 angkatan.

Program pendidikan ini merupakan kerja sama antara KPU RI, Bawaslu RI dan universitas Sam Ratulangi.

KPU dan Bawaslu membentuk konsorsium penyelenggara pendidikan tata kelola pemilu pada 8 perguruan tinggi se Indonesia antara lain UI, Unair, UGM, Unpad, Unhas dan Unsrat.

Kegiatan kuliah lapangan dipimpin Ferry Liando, koordinator program pendidikan tata kelola pemilu pascasarjana Unsrat.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved