Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lebih Bagus Dibanding di Pulau Jawa, Lebar Rel Kereta Api Bitung-Makassar Capai 30 Meter

"Jadi, titik nol jalan trans Sulawesi berada di depan pintu gerbang Pelabuhan Perikanan Samudera Kelurahan Aertembaga Bitung."

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUN JATENG/WAHYU SULISTYAWAN
ILUSTRASI 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Daerah-daerah yang dilalui Mega proyek pembangunan rel kereta api Trans Sulawesi dari Bitung- Makassar mulai bersiap. Diawali dengan pematokan batas dan titik-titik yang akan dilalui hingga penentuan titik nol atau zero point.

"Jadi, titik nol jalan trans Sulawesi berada di depan pintu gerbang Pelabuhan Perikanan Samudera Kelurahan Aertembaga I Kecamatan Aertembaga," tutur Rudy Tenok kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bitung, pekan lalu.

Selain itu pihaknya telah menggelontorkan dana Rp 14 juta dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2017 untuk pembangunan Zero Point. Selanjutnya langkah ke depan setelah penentuan titik nol dan pematokan diserahkan ke Dinas Perhubungan Provinsi.

"Rel kereta ujung-ujungnya ada di Kota Bitung dan Makassar. Dimana untuk jalur sendiri awalnya akan berdampingan dengan jalan tol, tapi itu tergantung Kementerian Perhubungan maunya seperti apa," tukasnya.

Kadis Perhubungan Bitung Arnold Karamoy melalui Kabid Perhubungan Darat Vicky Sangkaeng, menjelaskan untuk kelanjutan pembangunan rel kereta api menunggu Surat Keputusan (SK) penetapan trase oleh Kemenhub.

"Dana untuk pembebasan lahan tahun 2016 dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 150 miliar untuk trase Bitung-Manado," jelas Sangkaeng.

Setelah pengesahan penetapan trase oleh Kemenhub barulah akan dilakukan pembebasan lahan. Untuk patok-patok pada pembebasan lahan sendiri sudah 80 persen berada di dekat titik jalan tol.

Ada beberapa titik yang sedikit menjauh dari titik jalan tol seperti stasiun berada di perkotaan dan di depan terminal Peti Kemas.

"Untuk stasiun induk, perbengkelan berada di Girian Indah, akan juga dibangun lagi di Kauditan dan Airmadidi sampai Manado," tambahnya.

Adapun rel kereta api itu direncanakan 20 meter lebernya akan dibuat menjadi 30 meter untuk dua atau double track supaya memudahkan pengguna.

Keberadaan rel kereta di Bitung berada di antara perkampungan atau pemukiman dan jalan tol.

Selain itu untuk rel kereta api sendiri akan terjadi perubahan 10 persen dari patok yang sudah dilakukan Kementerian Perhubungan, menyesuaikan dengan fasilitas umum.

Contohnya kalau lokasi sumber air tidak bisa digeser atomatis patok yang akan bergeser.

"Untuk Zero Point akan dibuat juga menjadi tempat wisata, lahan parkir, tempat berteduh untuk masyarakat," kata dia. Panjang rel kereta sendiri 36 kilometer lebih yang perencanaan dilakukan oleh konsultan.

 Camat Kalawat Marco F Karongkong, saat diwawancarai Minggu (16/10) mengatakan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved