Smart Woman

Cerita Pahirah Patiroy Memanfaatkan Peluang

Di zaman sekarang ini perempuan pekerja sudah menjadi hal yang lumrah.

Cerita Pahirah Patiroy Memanfaatkan Peluang
TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW
Pahirah Patiroy 

Laporan wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -  Di  zaman sekarang ini perempuan pekerja sudah menjadi hal yang lumrah. Hampir seluruh pekerjaan pria baik formal maupun nonformal bisa pula mereka perankan. Meski begitu, sebagai tulang rusuk laki-laki kodrat perempuan jangan pernah ditinggalkan.

"Oleh karena itu memang harus pintar-pintar mengatur waktu apalagi jika sudah berkeluarga," ujar wanita yang bernama lengkap Pahirah Patiroy.

Sebagai karyawati bank sekaligus ibu dari seorang balita, ia mengakui waktu dengan keluarga sangat minim. Ia pun harus berupaya mengatur waktu seefektif mungkin sehingga antara pekerjaan dan keluarga dapat berjalan beriringan.

Apalagi amanah yang Pahirah emban saat ini sebagai Area Pawning Manager PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Manado memiliki wilayah kerja luas.

Kadang pada hari Sabtu ia harus tetap bekerja demi mencapai target yang ditetapkan. Selain itu, tugas keluar daerah untuk memonitor cabang-cabang memerlukan waktu yang cukup lama. "Bisa sampai enam hari di luar daerah," ungkap wanita murah senyum ini.

Hal tersebut, menurut dia, merupakan tantangan yang harus bisa ia selesaikan sebagai seorang wanita karier sekaligus ibu rumah tangga. Namun, dia bersyukur selama ini semuanya dapat berjalan baik sesuai harapan.

Dalam bekerja pun, ibu tercinta El Shaarawy Kiay Demak ini selalu dihadapkan kepada tantangan. Namun, ia merasa tidak perlu takut atau gentar; ia harus melihatnya sebagai peluang-peluang baru mencapai keberhasilan yang diinginkan.

"Tinggal bagaimana tantangan tersebut kita ubah jadi peluang-peluang baru dengan cara menganalisanya kemudian cari solusinya," kata wanita yang suka black coffee ini.

Menurut dia, yang paling penting adalah tekad kuat agar semangat dalam bekerja tidak naik-turun. Hal ini karena membina semangat bekerja di dunia perbankan tidaklah mudah, pasti ada pasang surutnya. Sebagai leader, ia harus menunjukkan semangat tinggi.

"Karena leader bukan hanya sebagai seorang pemimpin tapi harus jadi motivator bagi bawahannya," ungkapnya.

"Terlebih karena saya seorang perantau di Manado yang terlahir sebagai orang Bugis-Makassar dididik untuk jadi perantau ulung. Pantang pulang ke kampung halaman sebelum jadi orang (sukses). Hal tersebut juga jadi pembakar kerja saya," ungkapnya.

Halaman
Penulis:
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved