Sekolah Kembali Terbakar, Lulusan SMAN 2 Manado Waswas
Para lulusan SMA Negeri 2 Manado terancam tak bisa mengikuti SBMPTN di Unsrat yang rencananya akan diadakan Selasa, (31/5).
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Para lulusan SMA Negeri 2 Manado terancam tak bisa mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang rencananya akan diadakan, Selasa (31/5).
Sesuai pantauan Tribun Manado, Senin (30/5) tepatnya sejak pukul 09.00 wita sejumlah siswa lulusan SMA Negeri 2 Manado yang terletak di Jalan Tololiu Supit Nomor 27, Kelurahan Tingkulu, Kecamatan Wanea mulai berdatangan ke sekolah untuk mengambil Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN).
Nantinya surat ini dilampirkan sebagai bukti untuk mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Unsrat Manado Selasa, pagi ini.
Namun, mereka tak bisa mengambil SKHUN, karena sekolah mereka terbakar kedua kalinya pada Minggu dini hari, kemarin.
"Besok (hari ini) kami akan ikut tes SBMPTN tapi syaratnya harus menunjukkan SKHUN dari asal sekolah, masalahnya tak ada listrik untuk mencetak surat itu, juga perlu tanda tangan kepala sekolah," ujar Angie Sumilat, siswa lulusan SMA Negeri 2 Manado yang masih berusia 16 tahun.
Angie mengaku, tetap akan menunggu hingga pukul 14.00 wita guna mengecek lagi, apakah listrik sudah diperbaiki dan menyala.
"Soalnya dari pihak sekolah bilang kembali lagi pagi besok," kata calon mahasiswi Fakultas Ekonomi Unsrat ini.
Kala itu, Angie duduk bersama dua rekannya antara lain Saysi Tontey (17), warga Perumahan Lestari Sea, dan Alfredo Massie (17), warga Kecamatan Mapanget, bertiga janjian sejak pagi dan hingga siang itu, mereka menahan lapar lantaran rumah untuk pulang jauh.
Tak berapa lama, sekelompok siswa lulusan sekolah itu juga mendapat kesulitan sama, mereka tampak bolak-balik menuju ke ruang OSIS yang dijadikan ruang guru menanyakan SKHUN mereka.
"Tadi mau mengurus berkas susah, karena kepala sekolah sibuk sedang keluar jadi harus menunggu," ujar Lavia Tambuwun (18) yang ingin masuk Fakultas Hukum Unsrat melalui jalur SBMPTN.
Beberapa waktu lalu, saat peristiwa kebakaran gedung SMAN 2 Manado pertama kali, Selasa (10/5), banyak Rapor mereka terbakar, namun pihak sekolah langsung mengambil tindakan untuk kepentingan siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Rapor sudah ada jadi saat mendaftar di Unsrat tak ada masalah. Hanya saat ini muncul masalah baru," ucap dia yang kala itu duduk di dekat parkiran sekolah.
Dari pengamatan Tribun Manado, di bagian dalam puluhan meja dan kursi diletakkan di halaman sekolah yang terlindung oleh atap seng. Meja-meja itu dilapisi kertas karena permukaannya sudah menjadi arang.
Di balik meja itu, duduk beberapa guru dan staf sekolah, beberapa bagian lantai di lapangan itu tergenang air akibat hujan yang menembus bagian atap lainnya yang terbuka.
Sebelumnya, Kepala SMAN II Manado Jimmy Kantale, sedang menulis sesuatu di kertas putih di lantai dua ruang OSIS yang dijadikan kantor sementara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sman-2-manado-terbakar_20160531_090739.jpg)