Smart Woman

Holyqueen Tular Melawan Kebodohan

Bagi Holyqueen Tular, Saat ini melawan penjajahan masih diperjuangkan.

Holyqueen Tular Melawan Kebodohan
TRIBUNMANADO/ALEXANDER PATTYRANIE
Holyqueen Tular 

Laporan wartawan Tribun Manado Alexander Pattyranie

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -  JUMAT, 20 Mei lalu, Bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Bagi Holyqueen Tular, Saat ini melawan penjajahan masih diperjuangkan.

"Kalau kita tak sekolah atau belajar, tak tahu nanti jadi apa. Dengan kenal pendidikan kita berjuang melawan kebodohan sehingga berguna untuk bangsa," ujar perempuan cantik yang menjabat sebagai Kepala Jurusan Keperawatan SMK SMART Pioneer Manado ini kepada Tribun Manado.

Saat ditemui di Hotel Sintesa Peninsula Manado, Kamis (19/5), perempuan yang lahir di Manado pada 23 Juni 1989 ini tampak sibuk mengatur para siswa yang saat itu mengikuti acara penamatan atau Graduation Ceremony of Manado Prisma School. Sebagai guru Kelas 10 Keperawatan, ia juga memandu para siswa mengisi acara.

"Jadi bagaimana cara untuk membuat anak-anak ini lebih rajin. Zaman dahulu sekolah sangat penting, sekarang dianggap sebagai formalitas," kata wanita yang berasal dari Jaga III Desa Kembuan I, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa.

Jadi, untuk membuat para anak-anak mengerti betapa pentingnya sekolah yang bukan sekadar formalitas atau kewajiban semata melainkan untuk masa depan, menurutnya, butuh perjuangan yang besar. Apalagi, dia sebagai guru SMK yang harus menyiapkan para anak-anak lulusan SMP untuk siap bekerja.

"Karena SMA dengan SMK berbeda, mereka disiapkan untuk langsung bekerja, jadi harus berjuang membentuk cara berpikir mereka," terang lulusan sarjana keperawatan Universitas Advent Indonesia Bandung tahun 2011 ini.

Sehingga, tambah istri tercinta dari Andreuw Lengkong (27) ini, para muridnya bisa menjadi dewasa serta mapan dalam berpikir.

Sejumlah kesulitan yang ia temui pada muridnya yakni bangun pagi. "Itu keluhan orangtua, karena saya wali kelas jadi berkewajiban mengontrol mereka setiap hari," beber dia.

Caranya mengontrol yakni dengan menghubungi orangtua murid yang tak datang sekolah. Bila sebanyak tiga panggilan tak dijawab, ia memutuskan untuk menyambangi kediaman murid tersebut.

Halaman
12
Penulis: Alexander_Pattyranie
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved