Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wih! Kuliah Sampai Selesai di Unsrat Manado, Habisin Berapa Duit?

Kuliah di perguruan tinggi di Manado, seperti di Universitas Sam Ratulangi, harus siap merogoh kocek dalam- dalam.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bagi orangtua yang ingin menguliahkan anaknya di perguruan tinggi di Manado, seperti di Universitas Sam Ratulangi, harus siap merogoh kocek dalam- dalam.

Orangtua harus menyediakan uang esktra di luar kebutuhan di kampus. Sebab, uang kos, uang transport dan uang jajan masih menjadi tanggungan orangtua.

Pada semester-semester awal, biaya yang harus dikeluarkan orangtua setara dengan harga sepeda motor baru yakni Rp 15 juta, bahkan bisa lebih.

Terlebih jika memasuki semester akhir, uang yang harus dibayarkan ke kampus semakin mahal.

Berdasar data yang dihimpun Tribun Manado mahasiswa dari Fakultas Ekonomi Unsrat, uang SPP per bulan tembus Rp 1 juta, fotokopi literatur dan buku Rp 800.000, fotokopi proposal Rp 200.000, TOEFL Rp 50.000,
minuman untuk staf kantor Rp 40.000, pendaftaran ujian skripsi Rp 350.000, pendaftaran wisuda Rp 345.000, pendaftaran pelepasan Rp 750.000, biaya catering Rp 350.000, sewa toga Rp 250.000, beli setelan kemeja dan celana Rp 300.000 dan biaya dosen pembimbing dan penguji Rp 2 juta.

Seorang mahasiswi Unsrat Manado, Jecklin Wulandari yang menempuh pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat mengaku, selain SPP, pengeluaran yang lumayan banyak adalah untuk kehidupan sehari-hari.

"Sewa kos, makan, transport. Juga uang hiburan tentu," ujar Jecklin, Rabu (30/3).

Wulan menyewa kos Rp 600 ribu per bulan, di kawasan kampus. Sekali makan, rata-rata ia menghabiskan Rp 15 ribu.

"Dalam sehari harus 2-3 kali makan. Hitunglah rata-rata Rp 50 ribu per hari, " ungkapnya.

Untuk uang transport, sehari rata-rata Rp 15 ribu. "Naik angkot ke kampus. Kadang juga sampai beberapa kali naik. Misalnya ada keperluan di luar kampus," ujarnya.

Belum lagi uang untuk jalan-jalan dengan teman-temannya. Kadang makan di luar atau nonton. "Nah ini pengeluaran yang tak terduga," ucapnya lalu tertawa.

Untuk uang buku, kata dia, biasanya hanya fotokopi modul tiap semester.

"Biasanya fotokopi saja, tak beli buku. Rp 200 ribu sudah banyak itu," tuturnya.

Untuk perhitungan rata-ratanya, dalam sebulan ia menghabiskan sekitar Rp 2,5 juta untuk kebutuhannya itu. "Hitung-hitungannya begitu. Sudah dengan biaya tak terduga lainnya," ungkapnya.

Biaya yang hampir sama diungkap Gebi Marcella, mahasiswi Fakultas Kedokteran Unsrat.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved