Minggu, 19 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jumat Agung, Kesempatan Mengingat dan Menghayati Makna Penderitaan Kristus

Seluruh umat Kristiani di dunia beribadah khusyuk memperingati Jumat Agung yaitu, kematian Yesus Kristus diatas kayu salib.

Penulis: Alexander_Pattyranie | Editor: Fransiska_Noel

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Hari ini, Jumat (25/3), seluruh umat Kristiani di dunia beribadah khusyuk memperingati Jumat Agung yaitu, kematian Yesus Kristus diatas kayu salib. Kematian untuk menebus dosa-dosa umat manusia.

Persiapan memperingati rangkaian Paskah sendiri telah dimulai sejak pekan lalu. Sedangkan untuk rangkaiannya bagi umat Katolik dimulai dari Ibadah Kamis Putih, Jumat Agung, Vigilia Paskah dan perayaan Paskah.

Begitu juga umat Kristen termasuk Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) yang sejak Kamis (24/3), menggelar ibadah Via Dolorosa, pawai obor dan kegiatan, kemudian berlanjut perayaan Jumat Agung hingga perayaan hari kemenangan atas dosa dan maut atau Paskah.

Bagi Olly Dondokambey, Gubernur Sulut setiap menjelang Paskah mengingatkan dia akan masa kecilnya. Di mana dia bersama rekan masa kecilnya sering mencari telur Paskah.

"Saya ingat setiap Paskah selalu mencari telur paskah, biasanya di pekarangan Gereja," kata dia kepada Tribun Manado Kamis (24/3).

Olly mengaku gemar mencari telur Paskah. Semalam sebelum pencarian, ia sering tak bisa tidur karena memikirkan telur paskah.

Ia sangat senang ketika memperoleh banyak telur. "Saya tunjukkan kepada papa mama dan teman teman," ujar dia.

Selain telur, Olly juga mengalami kegembiraan Paskah seperti yang biasa terjadi di pedesaan. Warga begitu gembira, meluapkannya dengan saling berkunjung.

Olly menyebut, Paskah kini tak semeriah dulu."Tapi esensinya tetap sama," kata dia. Lalu akan merayakan Paskah dimana? " Saya ingin rayakan bersama keluarga di Desa Kolongan," kata dia.

Di kediaman Olly, sudah dipasang hiasan Salib yang diberi lampu. Hiasan itu terlihat dari Jalan Soekarno.

Pada kesempatan itu, Olly meminta kepada para ASN untuk menjadikan Paskah sebagai momen revolusi mental.

Dibebernya, kisah Kristus yang mati untuk menebus dosa, lalu bangkit pada hari yang ketiga bisa dijadikan contoh revolusi mental para ASN. "Para ASN harus jadikan ini momen perubahan sikap dan perilaku," kata dia.

Olly juga berpesan kepada kaum muda untuk tidak terjebak dalam pesta pora. Melainkan mengubah cara pandang kearah yang lebih baik agar bisa tercipta generasi yang unggul. "Pikul Saliblah untuk Keselamatan," beber Olly.

Sedangkan Penjabat Wali Kota Manado, Royke Octavianus Roring mengajak umat Kristiani untuk merenungkan peristiwa penyaliban Kristus diatas kayu salib. ''Mari kita maknai peristiwa penyaliban dan kematian Kristus di Jumat Agung besok (hari ini), '' ujar Ketua Pria Kaum Bapa (P/KB) Suluttenggo ini.

Dia mengatakan, sebagai umat Kristiani saat ini sedang menanti hari Kemenangan atau Paskah. ''Semoga di hari kemenangan ini kita semakin dipersatukan dalam indahnya kedamaian, '' ujarnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved