Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Diduga Disambar Petir, Helikopter Milik TNI AD Jatuh di Poso, Semua Tewas

Menurut Tatang, sebanyak 12 korban lainnya sudah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi di RS Bhayangkara, Palu.

Tayang:
Editor: Fransiska_Noel
istimewa/muhammad rifki
Helikopter jenis Bell 412 EP No HA-5171 yang ditumpangi rombongan Danrem 132/Tadulako Kolonel Inf Saiful Anwar bersama sejumlah perwira TNI AD sesaat sebelum heli tersebut jatuh. Foto diambil dari lokasi Sektor IV Operasi Tinombala 2016, sehari sebelum insiden Minggu 20/3/2016). 

"Banyak warga yang sempat melihat helikopter sempat berputar-putar sebelum jatuh dan terbakar. Saat itu situasi menjelang azan maghrib," kata warga di lokasi kejadian.

Operasi Tinombala yang dimulai sejak 10 Januari 2016 adalah operasi gabungan Polri dan TNI untuk menangkap kelompok teroris Poso pimpinan Santoso yang bersembunyi di hutan lebat Sulawesi Tengah.

"Dalam rangka operasi Tinombala, itu operasi gabungan TNI Polri dalam rangka mengejar kelompok teroris pimpinan Santoso," kata Kapolda Sulteng, Brigjen Rudy Sufahriadi, Minggu (20/3/2016) malam.

Operasi Tinombala seharusnya berakhir 9 Maret 2016 lalu.

Namun, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan operasi itu diperpanjang selama dua bulan. Operasi tersebut didukung oleh Operasi Camar Maleo IV.

Heli naas itu awalnya berangkat dari wilayah Lore menuju Kota Poso.

Namun ketika hendak memasuki Kota Poso, tepatnya di wilayah Poso Pesisir Dusun Patirobajo (sekitar 20 km dari Kota Poso), heli tiba-tiba oleng dan jatuh terbakar serta hancur berkeping-keping.

Wilayah Lore dalam beberapa pekan terakhir ini dijadikan sebagai pusat komando Operasi Tinombala 2016 yang melibatkan sedikitnya 3.000 pasukan gabungan Polri-TNI untuk memburu kelompok radikal Santoso yang diduga kuat melarikan diri ke wilayah Lore.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam VII/Wirabuana, Kolonel (Inf) I Made Sutia, membenarkan bahwa saat helikopter itu terbang, cuaca setempat memang sedang hujan disertai petir.

"Penyebabnya diduga karena cuaca buruk, iya hujan dan petir," kata I Made Sutia kepada Tribun Network, Minggu (20/3/2016) malam di Makassar, ibukota Sulawesi Selatan (Sulsel).

Poso merupakan bagian dari wilayah otoritas Komando Daerah Militer (Kodam) VII/Wirabuana yang bermarkas di Makassar.

Korban meninggal dunia, menurut Made Sutia, direncanakan akan dibawa dari Poso ke RS Wirabuana, Kota Palu.
Di RS Wirabuana, belasan aparat TNI dan petugas paramedis sudah bersiap menjaga kemungkinan jika 13 jenazah dibawa ke rumah sakit milik TNI itu.

"Kami hanya bersiap-siap saja. Belum ada kabar pasti apakah jenazah tiba di sini atau tidak," kata seorang prajurit.

Sementara itu, rumah dinas Danrem 132/Tadulako Kolonel Inf Saiful Anwar di Jalan Suprapto, Kota Palu, Minggu (20/3/2016) malam, telah dipadati para pejabat daerah, TNI dan Polri di Sulawesi Tengah.

Jalan di depan rumah dinas ditutup sementara. Sedangkan sejumlah ruas jalan yang akan dilalui jenazah dari Bandara Mutiara Palu menuju kediaman Saiful Anwar dijaga polisi.

Di antara yang datang melayat adalah Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Rudy Sufahriadi dan Kapolres Palu AKBP Basya Radyananda.

Pantauan di kediaman itu menunjukkan telah berlangsung pembacaan ayat-ayat suci Alquran yang dilakukan oleh anggota keluarga dan para pelayat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved