Birokrat 'Berbau Merah' Digadang Tempati Jabatan Strategis Kabinet Sulut Hebat
Gubernur Sulut Olly Dondokambey tak lagi dendam dengan birokrat yang tak sejalan dengannya saat pilkada lalu.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
Para pejabat 'bukan merah' bisa masuk kategori bukan pejabat loyal, selain yang punya hubungan dengan pemerintahan sebelumnya.
Bukan rahasia umum jika sejumlah pejabat Pemprov Sulut tidak di kubu Olly saat Pilkada lalu. Dan hal itu diakui oleh Wagub Steven Kandouw. "Torang tau ada yang disablah waktu lalu, mar nda usa tako torang skarang batamang (Kita tahu kemarin ada yang di sebelah, tapi jangan takut karena sekarang berteman)," ujar dia.
Sejumlah nama dipastikan tergusur. Namun penggusuran bakal berlangsung dengan cara yang halus. Dikaryakan, begitu istilah Olly. Salah satu pejabat tersebut adalah Sanny Parengkuan.
Sanny yang telah berumur 58 tahun kemungkinan bakal dipindah ke BUMD yang mengelola KEK. Pejabat lainnya yang juga bakal dikaryakan adalah Sekdaprov Siswa Rachmat Mokodongan. Mokodongan bakal didorong ke pusat.
Sejumlah nama lain yang bakal dikaryakan adalah Kadistanak Johanis Panelewen, Staf Ahli Star Wowor, Kadis Perpustakaan dan Arsip, Maxi Gagola, Kadis Koperasi, Rene Hosang serta Staf Ahli Gubernur, Maurits Berhandus.
Olly dalam sejumlah kesempatan menyatakan, rolling yang dilakukannya berlangsung fair. Siapapun yang punya kemampuan bakal dipertimbangkan.
"Semua berdasarkan mekanisme yang jelas," ujar dia. Steven Kandouw pun senada. Ia mengaku tidak punya dendam politik. "Kami sangat fair," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/olly-dondokambey_20151209_161141.jpg)