Selasa, 2 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Birokrat 'Berbau Merah' Digadang Tempati Jabatan Strategis Kabinet Sulut Hebat

Gubernur Sulut Olly Dondokambey tak lagi dendam dengan birokrat yang tak sejalan dengannya saat pilkada lalu.

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
Ihsanuddin
Olly Dondokambey 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Gubernur Sulut Olly Dondokambey tak lagi dendam dengan birokrat yang tak sejalan dengannya saat pilkada lalu.

Hanya dia mengaku berhasrat membentuk Kabinet Sulut Hebat. Ia berharap dengan kabinet itu, program pro rakyatnya bakal jalan.

Nah, demi hasrat Olly itu, ada pejabat yang bakal jadi korban, ada pula yang dapat 'berkah' promosi.

Sumber Tribun menyebut, pejabat yang bakal dapat promosi pada posisi kunci punya hubungan dengan 'merah'.

Untuk jabatan Sekprov, masih bersaing ketat antara Edwin Silangen yang kini menjabat sebagai Kepala Kesbang Sulut dan Kepala Bappeda Sulut yang tengah dipercaya sebagai Penjabat Wali Kota Manado, Royke Octavianus Roring (ROR).

Untuk posisi Inspektorat, menguat nama Royke Roring. Ini jika dia gagal di Sekprov Sulut.

ROR tetap diperhitungkan, karena sejak dulu dikenal birokrat 'merah' yang dekat dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Sedangkan posisi Kepala Bappeda yang ditinggalkan Roring kemungkinan diisi Asiano Gemmy Kawatu yang merupakan Kepala Dinas Pendidikan Sulut.

Gemmy sendiri pernah dielus sebagai calon Bupati Minsel dari PDI Perjuangan.

Sumber Tribun lain membeber, Sekkot Manado, Harvey Sendoh juga sudah masuk gerbong Olly.
Sendoh siap hijrah ke Pemprov Sulut jika akhirnya GS Vicky Lumentut dilantik sebagai Wali Kota Manado. Sejumlah posisi sudah ditawarkan, dan Sendoh memilih menjadi Kadistanak.

Olly juga kemungkinan besar bakal menaruh Sekda berbau 'merah' di sejumlah daerah yang tidak dipimpin PDI Perjuangan.

Siapa mereka, sumber membeber, masih digodok Olly. Nama-nama lain sudah diplot di sejumlah posisi.

Mereka adalah profesional yang arah politiknya mengikuti arah angin hingga gampang dikontrol.
Ada Bahagia Mokoagouw untuk posisi Kadis Dinkes, Flora Krisen untuk Kepala BKD, Roy Tumiwa untuk Kadis Diknas Sulut, AB Tinungki di posisi Assisten I dan Praseno Hadi, Assisten III.

Olly juga sudah menyiapkan sejumlah rising star yang bakal mengisi posisi eselon II di antaranya, Kabid Pendidikan Jenry Sualang, Sekretaris Bappeda Randy Rompis serta pejabat yang beberapa waktu lalu sempat nonjob seperti Janni Lukas.

Sementara pejabat yang bakal tergusur, mereka, seperti kerap diutarakan Olly, yang tidak kompeten serta tak loyal.

Para pejabat 'bukan merah' bisa masuk kategori bukan pejabat loyal, selain yang punya hubungan dengan pemerintahan sebelumnya.

Bukan rahasia umum jika sejumlah pejabat Pemprov Sulut tidak di kubu Olly saat Pilkada lalu. Dan hal itu diakui oleh Wagub Steven Kandouw. "Torang tau ada yang disablah waktu lalu, mar nda usa tako torang skarang batamang (Kita tahu kemarin ada yang di sebelah, tapi jangan takut karena sekarang berteman)," ujar dia.

Sejumlah nama dipastikan tergusur. Namun penggusuran bakal berlangsung dengan cara yang halus. Dikaryakan, begitu istilah Olly. Salah satu pejabat tersebut adalah Sanny Parengkuan.

Sanny yang telah berumur 58 tahun kemungkinan bakal dipindah ke BUMD yang mengelola KEK. Pejabat lainnya yang juga bakal dikaryakan adalah Sekdaprov Siswa Rachmat Mokodongan. Mokodongan bakal didorong ke pusat.

Sejumlah nama lain yang bakal dikaryakan adalah Kadistanak Johanis Panelewen, Staf Ahli Star Wowor, Kadis Perpustakaan dan Arsip, Maxi Gagola, Kadis Koperasi, Rene Hosang serta Staf Ahli Gubernur, Maurits Berhandus.

Olly dalam sejumlah kesempatan menyatakan, rolling yang dilakukannya berlangsung fair. Siapapun yang punya kemampuan bakal dipertimbangkan.

"Semua berdasarkan mekanisme yang jelas," ujar dia. Steven Kandouw pun senada. Ia mengaku tidak punya dendam politik. "Kami sangat fair," tegasnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved