Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mata Riko Rusak Sejak SD, Sehari 15 Jam Bermain Games

Ia sering menghabiskan waktu di warnet bahkan sering bolos sekolah hanya untuk bermain game

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID, TRIBUN - Penggunaan gadget tanpa terkendali ternyata memberi efek negatif, terutama bagi anak-anak dan remaja. Pasalnya, pemakaian gadget yang berlebihan akan membuat mata lelah, bahkan rusak.

Tak hanya itu banyak anak-anak mempergunakan gadget bukan pada peruntukan yang tepat. Sebab sebagian besar anak dan remaja memakai gadget untuk kesenangan, bermain game dan lainnya.

Riko, siswa Kelas II SMP mengaku waktunya banyak tersita dengan bermain game. "Sehari bisa sampai 15 jam main game, itu pun belum terasa puas," ujarnya.

Dia mengaku sering menghabiskan waktu di warnet bahkan sering bolos sekolah hanya untuk bermain game."Kalau di rumah paling main game lewat HP tapi kalau diluar selalu di warnet," ujarnya lagi.

Riko pun dengan bangga bercerita bahwa dia sejak di bangku sekolah dasar sudah diperkenalkan orangtuanya dengan smartphone. Sehingga game dan segala macam fitur di dalam handphone sudah diketahuinya dengan baik. ''Dari semua fitur yang tersaji, saya paling suka game, '' ujarnya.

Efeknya memang ada. ''Sejak kelas 6 SD mata saya sudah rusak, sehingga harus memakai kacamata, '' ujar Riko.

Sebab menurutnya, jika tak memakai kacamata saat berada di depan komputer atau melihat ke layar handphone, mata terasa perih.

Dia mengaku sehari bisa menghabiskan Rp 50 ribu hanya untuk main game. "Kalau main disini Rp 50 ribu bisa main sampai puas seharian tidak hitung jam karena sudah langganan," ujarnya sambil terus bermain game.

Hal senada diutarakan Seva, siswa kelas 1 SMP lainnya. Dia mengaku tak bisa lepas dengan handphone di tangannya."Satu hari pokoknya habis main game, bangun tidur main game, pulang sekolah sampai tidur malam juga main game," katanya.

Dia pun mengaku jarang berteman atau bermain di luar rumah, waktunya ia habiskan bermain game di dalam rumah.

Tak hanya itu, ia pun mengaku kalau sudah asyik main game sering lupa makan. "Hampir tiap hari Mama marah karena tidak makan kalau sudah main game," akunya.

Meski masih berusia dini ia pun mengaku sering merasa perih di mata dan selalu berkedip. "Mata selalu terasa perih dan selalu berkedip, tidak tahu kenapa," jelasnya.

Untuk biaya main game ia mengaku tidak tahu karena di rumahnya memakai wifi, sehingga ia pun bisa online 1x24 jam.

Lain lagi dengan Brayen, Siswa kelas 2 SMA mengaku pernah tak pulang seminggu karena main game."Saya pernah tidak pulang rumah satu Minggu karena main game, tidur makan di warnet," katanya.

Bukan dicari orangtua, ia mengaku orangtuanya sudah tak perduli karena bukan baru sekali hal tersebut ia lakukan.''Saat pertama masih dicari tapi lama-lama ortu sudah tak cari lagi," ujarnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved