Jatim Siap Hadapi Era Masyarakat Ekonomi ASEAN
Provinsi Jawa Timur menggelar pameran produk unggulan dan investiasi di Manado Town Square 2 mulai 22 hingga 25 Oktober 2015.
Penulis: Finneke | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Provinsi Jawa Timur menggelar pameran produk unggulan dan investiasi di Manado Town Square 2 mulai 22 hingga 25 Oktober 2015.
Berbagai produk unggulan seperi tekstil, kulit, alas kaki, kerajinan, makanan dan minuman, pupuk, asesoris, logam dan mesin terpajang di 20 stand. Tak pelak, hal itu langsung menarik para pengunjung Mantos.
Dalam pembukaan pameran, Kamis (22/10) terungkap sedikit profil tentang Jatim. Provinsi Jawa Timur mempunyai posisi geoekonomi yang strategis sebagai pusat pengembangan ekonomi Indonesia bagian Timur, serta sara penunjang pengembangan ekonomi yang memadai.
Sebagai pusat distribusi ekonomi ke wilayah Indonesia Timur, Jawa Timur yang terdiri dari 38 kabupaten kota didukung dengan infrastruktur berupa Bandara Internasional Juanda, Elabuhan Laut Tanjung Erak, Tanjung Wangi dan Tanjung Tembaga.
Transportasi yang didukug dengan tujuh ruas jalan tol, percepatan tambahan daya listrik dengan pemanfaatan panas bumi sebanya 11 lokasi yang dapat menghasilnya 1.206 MW dan sarana produksi lainnya.
Ekonomi Jatim pada tahun 2014 tumbuh sebesar 5,86 persen, dimana pertumbuhan nasional 5,02 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh laangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,88 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai komponen pengeluaran konsumsi lembaga non profit sebesar 13,39 persen.
Drajat Irawan, selaku Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur mengatakan pada prinsipnya, Jatim akan punya 26 kantor perumahan dagang. Dengan tiga daerah yang dijadikan prioritas.
"Manado, Kupang dan Batam. Alasannya, Manado dekat dengan Filipina, Kupang dekat dengan Australia dan Batam dekat dengan Filipina. Akan terjadi transaksi jual beli antar pulau dan negara di tiga wilayah ini," ujarnya.
Sehingga, kata dia, Manado menjadi bagian yang penting untuk kerja sama antar daerah. Neraca perdagangan antar Jatim dan Sulut cukup tinggi. Indikasinya, banyak barang dari Jatim masuk ke Sulut, begitu pun sebaliknya.
"Misalnya Sulut punya ikan, kayu dan sebagainya. Jatim punya makanan, minuman dan lainnya. Makanya akan ada kantor perumahan dagang untuk mengontrol kebutuhan Manado apa, kebutuhan Jatim apa," tutur Irawan.
Selain pameran, juga telah dilakukan pertemuan khusus antara para pelaku dari Sulut dan Jatim. Ia berharap agar pasar domestik bisa dikuasi, dengan mensinergikan peningkatan hubungan dagang antar pulau itu. Agar ke depan, produk-produk lokallah yang akan berjada di era MEA.
Di sisi lain, Dolf Rio selaku General Manager PT Aira Mitra Media yang adalah Event Organizer dalam pameran ini menambahkan Jatim sia menghadai era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan segala potensi yang ada di Jatim.
Sementara itu, SannyParengkuan selalu Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulut mengatakan pelaksanaan pameran ini sejalan dengan program Nawacita Presiden Jokowi. Saat pelaksanaan MEA, kita harus rebut pasar dalam negeri.
"MEA ini menjadi tantangan. Jangan sampai pasar negeri direbut negara asing. Membiasakan hubungan dagang regional antar daerah agar solid. Agar MEA tak akan menggerus produk-produk anak bangsa," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pameran-produk-unggulan-jatim_20151022_224952.jpg)