Sabtu, 18 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Maut di Jalan AA Maramis Manado

Mobil Itu Baru Dua Pekan Dipakai

Remaja berusia 17 tahun itu terpelanting dan ditemukan terduduk di jok bagian belakang dengan posisi kaki menjulang ke atap mobil.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO/RINE ARARO
Mobil Honda Jazz berwarna merah dengan nomor polisi DB 1490 LB yang dikemudikan oleh seorang pria muda, menabrak pembatas jalan. 

Tak kalah parah adalah kondisi Daihatsu Luxio yang bagian kanan depan remuk.

Juga bagian samping kanan dan kiri.

Sebuah sepeda motor milik warga yang diparkir di torotar pun juga mengalami kerusakan karena tergencet Luxio yang nyaris menabrak pejalan kaki di trotoar.

Korban kemudian dievakuasi ke RS TNI AU Lanud Sam Ratulangi Manado.

Kevin meninggal, sementara Jefry, dua pramugari Lion Air, Wulansari Rukman dan Isnaeni mendapat perawatan. Sedang seorang pilot Lion Air, tidak mengalami luka.

Melihat seluruh tubuh anaknya ditutup kain, ayahnya, Benny Nasry (38) pun meminta penutup itu dibuka.

"Kenapa ditutup, tolong periksa dulu," kata Benny yang tampak terpukul, sambil bersandar pada tembok samping jenazah putranya, Kevin Andrew Nasry.

Beberapa saat kemudian, kakek dan neneknya tiba, dan langsung masuk ke ruang unit gawat darurat (UGD) rumah sakit tersebut.

"Benny kenapa Kevin? Apa sudah meninggal?," tanya sang nenek kepada Benny, lirih.

Tangisnya semakin menjadi. "Ngana kwa pibeli oto (kamu kok beli mobil untuk dia)," keluhnya sembari menangis.

"Belum sto kasiang? Bakutabrak bagimana kasiang? (Mungkin belum meninggal, tabrakan bagaimana). Kalian tak jaga baik-baik anak ini," kesal sang nenek yang tersedu-sedu.

Lalu ibunda korban, Maureen Wangkar juga tiba, masih di dekat pintu, ia tampak lemas dan nyaris pingsan, lalu ditahan beberapa kerabat, mereka menguatkannya.

Ia pun dibawa ke ruang tunggu rumah sakit, beberapa saat kemudian, sang nenek menemaninya. "Mama, mana Kevin dank (mana Kevin)?" tanya Maureen.

Sang nenek mencoba bertanya kepada Maureen, namun Maureen syok. "Tunggu Ma, ini susah untuk bernapas," kata Maureen.

Tak lama kemudian, Benny datang menghampiri mereka, dan duduk di samping Maureen.

Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved