Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Stevy Pangemanan Mandiri Sejak SMK

Perjalanan yang sangat panjang berhasil dilewati wanita yang disapa Stevy ini sebelum mengemban jabatan prestisius.

Penulis: | Editor:

Biodata
Nama lengkap : Stevy Pangemanan
Nama panggilan : Stevy
Nama orangtua;
Papa : Sonny Pangemanan
Mama : Almh. Mona Angkouw
Domisili : Sario Tumpaan
TTL : Urongo, 24 Agustua 1987
Hobby : Berenang
Posisi : Supervisor Purchasing itCenter
Anak ke dua dari empat bersaudara
Hobby: Berenang

MENJADI seorang Supervisor Purchasing di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Manado adalah hal yang tak terbayangkan sebelumnya oleh Stevy Pangemanan.

Perjalanan yang sangat panjang berhasil dilewati wanita yang disapa Stevy ini sebelum mengemban jabatan prestisius yang menuntut dia memiliki sifat kepemimpinan sekaligus mengawasi tim kerjanya.

Kepergian sang bunda ketika dia masih duduk dibangku SMK mengharuskan wanita cantik berambut panjang ini harus mandiri dan menjadi tulang punggung keluarga.

Wanita asal Tondano ini hijrah ke Kota Manado untuk membantu ayahnya mencukupi kebutuhan keluarga termasuk biaya pendidikan adik-adiknya.

"Mau tidak mau saya harus mandiri. Terkadang hasil tanaman papa gagal panen, sehingga saya memutuskan untuk bekerja setelah kuliah. Pertama kali kerja ketika lulus SMK sebagai resepsionis. Saya sempat pindah-pindah pekerjaan hingga akhirnya bekerja di perusahaan tempat saya bekerja sekarang dan mencoba membangun karir dari bawah," kata putri dari Sonny Pangemanan ini.

Hasil kerja keras anak ke dua dari empat bersaudara ini berbuah. Selama lima tahun bekerja, dia akhirnya mendapat kepercayaan dari perusahaan dan diangkat menjadi Supervisor Purchasing.

Pahit manis dalam bekerja sudah dia rasakan, namun ketika dia merasa down dan merasa seakan tak mampu menjalankan tugas, dia berusaha kembali mengingat komitment awalnya.

"Namanya manusia saya pernah merasa down. Namun ketika kembali mengingat keluarga, motivasi bekerja kembali muncul. Intinya mengucap syukur terhadap pekerjaan yang dipercayakan. Ini merupakan berkat," ujarnya kepada Tribun Manado.

Wanita yang memiliki moto hidup 'Mengucap syukur senantiasa' ini berusaha untuk tidak mengeluh terhadap pekerjaan apapun yang dipercayakan baginya. Jika dia menghadapi masalah, maka dukungan keluarga sangat membantunya.

"Saya bahagia memiliki keluarga yang selalu mendukung dan selalu ada disaat saya membutuhkan. Papa adalah sosok yang paling saya cintai. Dia adalah semangat terbesar saya untuk bekerja," bebernya.

Dia pun memiliki mimpi untuk membahagiakan keluarganya. Sebisa mungkin wanita yang hobby berenang ini menyediakan waktu khusus untuk bersama dengan keluarganya.

"Kami sering merencanakan waktu liburan. Melihat senyum di wajah mereka sudah lebih dari cukup untuk membuat saya bahagia," terangnya.

Kuliah Sambil Kerja

Meski disibukkan dengan rutinitas kerja, ternyata keinginan untuk mengenyam pendidikan di bangku kuliah masih menjadi impian bagi wanita kelahiran Urongo, 22 Agustus 1987 ini.

Kini dia terdaftar sebagai mahasiswi di Universitas Teknologi Sulawesi Utara, Fakultas Ekonomi. "Saya ambil yang kelas sore. Sepulang bekerja saya langsung ke kampus," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved