Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Demo Mahasiswa Unsrat Ricuh, Ponsel Subhan Retak

Ponsel Subhan retak setelah jatuh usai ditabrak seorang petugas keamanan.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Demo ratusan mahasiswa Unsrat dari sejumlah elemen mahasiswa menuntut penurunan biaya kuliah, Kamis (3/8) di kantor pusat Unsrat berujung bentrok. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Unjuk rasa ratusan Mahasiswa Unsrat dari sejumlah elemen meminta penurunan biaya kuliah tetap, Kamis (3/8/2015) sekira pukul 11.00 Wita di Kantor Pusat Unsrat.

Unjuk Rasa diwarnai aksi saling dorong antara mahasiswa dengan pihak keamanan Kampus.

Sejumlah Mahasiswa sempat kena pukul. Turut jadi korban seorang wartawan bernama Subhan dari Bunaken Online.

Ponsel Subhan retak setelah jatuh usai ditabrak seorang petugas keamanan.

Kericuhan bermula saat sejumlah petugas mencoba membubarkan Mahasiswa yang tengah berorasi di lobby Kantor pusat Unsrat. Mereka membentak mahasiswa. Bahkan ada yang langsung mendorong mahasiswa.

Aksi aparat keamanan tersebut menyulut emosi para mahasiswa. Mahasiswa coba menerobos barikade yang dibuat aparat.

Dalam aksi penerobosan itulah sejumlah mahasiswa menerima perlakuan kasar dari oknum petugas keamanan Unsrat.

Sekira lima menit aksi saling dorong terjadi. Aksi mereda setelah WR 4 Bidang perencanaan Sankertadi mepersilakan mahasiswa meneruskan orasi.

Jeverson Petonengan perwakilan mahasiswa menyesalkan pelarangan yang dilakukan pihak keamanan kampus. "Setiap orang kan bebas menyatakan pendapatnya," kata dia.

Menurut Jeverson, Mahasiswa hanya ingin menyampaikan aspirasi. Mereka langsung membubarkan diri begitu aspirasi disampaikan.

"Aneh jika aksi kami dihadapi dengan anarkisme," ujar dia. Pihak rektorat melalui Sankertadi menyatakan, aksi saling dorong tersebut hanya kesalahpahaman saja.

"Itu hal biasa," katanya.

Uang Kuliah Tunggal Tinggi

Trisno Mais, Korlap Aksi mengatakan, aksi dilakukan sebagai bentuk protes terhadap tingginya biaya uang kuliah tunggal (UKT). Menurut dia, biaya UKT di Unsrat kelewat tinggi padahal seharusnya bisa di nego.

"Contoh di hukum, sesuai permendagri harga berkisar 1 hingga 7 juta, namun dipatok 6 juta, di Kedokteran lebih gila lagi sampai 25 juta," kata dia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved