Renungan Minggu
Renungan Minggu: Allah Kuasa Melakukan Segala Perkara
Dalam pengembaraan di dunia ini, manusia mempunyai tujuan dan cita-cita.
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
Pdt. Eva Lombok, STh
Yesaya 43:22-28
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam pengembaraan di dunia ini, manusia mempunyai tujuan dan cita-cita.
Apa yang menjadi tujuan dan apa yang menjadi cita-citanya diharapkan akan membawa kebahagiaan dan kesenangan dalam hidupnya.
Sehingga atas dorongan harapan inilah dengan berbagai cara manusia berusaha keras untuk menggapainya.
Apakah cara yang dilakukan itu halal atau tidak halal, wajar atau tidak wajar, benar atau tidak benar yang penting berusaha keras untuk menggapai cita-cita dan tujuan hidupnya, yaitu kesenangan dan kebahagiaan.
Saudara-saudaraku, hal itulah yang terjadi dalam perjalanan kehidupan umat Tuhan di zamannya nabi Yesaya.
Bangsa Israel hidup dengan segala apa yang diinginkan dan semuanya terpenuhi.
Hal ini yang akhirnya membawa mereka mulai melupakan jati diri mereka sebagai umat pilihan Allah.
Allah mulai dilupakan sehingga sikap membanggakan dan mengandalkan diri sangat nampak dalam kehidupan mereka.
Ink juga nampak jelas dalam diri para pemimpin-pemimpin bangsa itu.
Para pemimpin yang sebenarnya mengajar umat untuk hidup dalam ketaatan kepada Tuhan justru menampakkan hidup yang tidak sesuai lagi dengan yang diharapkan Tuhan Allah.
Lebih parah lagi dalam pelaksanaan korban bakaran yang sebenarnya merupakan penyembahan kepada Tuhan Allah, telah dicampur adukkan dengan penyembahan kepada dewa-dewa yang dibawa bangsa lain.
Dengan keterpurukan kepemimpinan dari para pemimpin, sebenarnya Allah mau menyadarkan umat bahwa hal itu diakibatkan oleh karena dosa mereka.
Tapi dengan peringatan-peringatan itu, bangsa Israel tidak mempedulikannya sehingga Yesaya dipakai Allah untuk dapat menyampaikan kehendak Allah bahwa dalam penghukuman tersebut ada kesempatan bagi bangsa itu untuk bertobat karena dari pertobatan ada pemulihan dari Allah, bahwa Allah dengan inisiatifNya senantiasa membuka hubungan dengan bansa itu (baca ayat 26).