Nyawa Melayang Usai Diintip! Penghuni Rumah tak Berani Tolong!
Rumah keduanya yang berdekatan, mudah saja bagi tersangka untuk menggapai jendela kamar korban yang berada di lantai dua.
Penulis: Finneke | Editor: Fransiska_Noel
Tanpa bisa berbuat banyak, anggota keluarga yang berjumlah sekitar lima orang itu hanya bisa teriak sekeras mungkin, minta tolong pada warga sekitar.
Orang-orang langsung keluar, dan salah seorang anggota keluarga keluar dan melaporkan kejadian itu pada Kepala Lingkungan (Pala).
Pala kemudian melaporkan kejadian itu ke kepolisian. Saat itu tak ada satu pun yang berani membuka kamar korban.
Nanti setelah polisi datang, baru kamar korban didobrak. Saat itu korban hanya menggunakan celana dalam dan masih hidup. Namun kondisinya sudah sangat lemah.
Polisi sempat memberi pertolongan pertama, lalu dilarikan ke rumah sakit. Namun sayang, nyawanya tak tertolong lagi.
Kepolisian yang terdiri dari tim Manguni 1 Polda Sulut bersama Resmob Polresta Manado yang turun saat itu langsung menyisir lokasi.
Setelah melihat kondisi rumah, tak lama bagi mereka untuk menemukan pelaku.
Sempat blank siapa sosok pembunuh Vivian, namun karena kelihaian polisi, pelaku langsung terungkap.
"Kami lihat suasana rumah, jendela dan jalurnya kemana. Dari situ langsung mengarah ke tetangga. Kami lalu masuk ke rumah tersangka, saat itu ia di dalam kamar.Pas periksa denyutnya, berdetak cepat dan ia kelihatan gugup. Ia langsung mengaku saat itu juga," ujar salah seorang anggota Resmob Polresta Manado.
Kabag Humas Polresta Manado, AKP Bartholomeus Dambe saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
Dikatakannya, saat ini tersangka telah diamankan di Polresta Manado untuk diproses lebih lanjut.
"Pelakunya sudah kami amankan. Dan saat ini sedang kami proses untuk ke tahap selanjutnya," pungkasnya. (Tribun Manado/Finneke Wolajan)