Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Air PDAM Bitung Sulit Mengalir, Yacob Terpaksa tak Mandi ke Kantor

Sejumlah warga kota Bitung sejak Minggu berjalan ini mengeluhkan sulitnya memperoleh air bersih.

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID,BITUNG - Sejumlah warga kota Bitung sejak Minggu berjalan ini mengeluhkan sulitnya memperoleh air bersih dari Perusahan daerah air minum (PDAM) Bitung. Selain kesulitan memperoleh pasokan air bersih, jika kondisi air mengalir normal waktunya hanya sekali dalam sehari selama dua sampai tiga jam berbeda dengan kondisi sebelum pasokan air lancar.

"Iya, memang akhir-akhir ini air sering mati, kalau jalan volumenya sangat kecil," keluh Yacob P warga Kelurahan Girian Weru 2 Kecamatan Girian, Kamis (30/7.

Akibatnya, aktifitas dan kinerja sebagai aperatur sipil negara (ASN) terganggu, diri sering terlambat ke kantor karena harus menampung air untuk mandoi. "Kalau sudah tak keburu terpaksa tidak mandi hanya mensikat gigi," ucap malu.

Warga lainnya yang mengalami nasib terkena krisis pasukan air dari PDAM Bitung, mengaku kebutuhan terhadap air sangat diperlukan mulai pagi hingga malam hari. Untuk pagi dimulai dengan aktifitas mandi sebelum berangkat kerja, anak ke sekolah dan memasak untuk ibu rumah tangga hingga mencuci pakaian. "Sebelum terjadi krisis air berjalan normal meski sedikit sekarang sejak pagi air tidak mengalir. Nanti memasuki siang baru air jalan selama satu jam lalu mati lagi," ujar Kerry Ganap ibu rumah tangga di Kelurahan Aertembaga.

Warga di Lingkungan I Kelurahan Paceda Kecamatan Madidir memilih berbondong-bondong datang untuk mandi di saluran mata air Wangurer yang terletak di saluran air disamping perusahan ikan PT Sinar Pure Food Internasional, mereka mandi dan mencuci pakaian serta menimba air. "Bukang cuma torang jaga datang disini, warga diluar Kelurahan Paceda sering datang," ucap warga.

Satu diantara warga luar Kelurahan Paceda yang mengambil air disitu adalah Yulin Lahope (46), warga Perum Bimoli Lingkungan II Kelurahan Girian Indah Kecamatan Girian harus menempuh jarak sekitar 3 Kilometer menuju lokasi. "Saya rela datang ke mata air itu karena sudah empat Minggu air PDAM tidak mengalir. Meski harus naik angkot saya tetap harus ke sini karena memang cuma disini yang ada sumber mata airnya dan warga bisa mencuci baju," kata Lahope.

Dikonfirmasi terpisah, PDAM Bitung melalui Direktur Teknik Raymond Luntungan menjelaskan secara keseluruhan penyebab kurangnya air PDAM disebabkan oleh faktor debit air yang turun ke tingkat kritis karena panas berkepanjangan saat ini. Sumber air PDAM yang ada di Danowudu yang normalnya 135 Liter perdetik kini turun menjadi hanya 38 Liter Perdetik.

"Artinya hanya tersisa sekira 28,1 Persen dari kapasitas normal dan saat ini masih cenderung turun. Kami kehilangan suplai untuk 7.700 pelanggan dari hampir 14.000 pelanggan PDAM Bitung sekarang ini," kata Luntungan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved