Imigran Afganistan Lebih Banyak Memilih Tinggal di Manado, Ini Alasannya
Ya, di Kota Manado, sedikitnya 72 imigran pencari suaka ditampung di rumah penampungan Imigrasi Sulawesi Utara - Manado.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:
Menurut Manus, mereka ini memiliki kekebalan internasional karena memegang kartu khusus yang dikeluarkan badan dunia PBB.
Dalam kartu itu tertulis jelas mereka dilindungi Undang-Undang Internasional dan tidak bisa dihukum selama mereka tidak melakukan tindakan kriminal.
Sementara itu, untuk biaya hidup, ditanggung oleh International Organitation Migration (IOM).
Mereka tidak bisa makan nasi. Uang yang didapat, sehari-hari digunakan untuk belanja bahan roti dengan memasaknya sendiri. Atau keluar untuk membeli kue.
Manus membeber, kebanyakan imigran di Manado ini berasal dari Afganistan. Tujuan mereka sebenarnya adalah Australia.
Malaysia jadi check point, karena negara itu membebaskan pendatang asal Arab. "Dari sana mereka naik perahu menuju Sumatera kemudian menuju ke Jakarta, " kata dia.
Di Jakarta, ungkap dia, warga disodori pilihan hendak menjalani detensi di mana. Dan, banyak yang memilih ke Manado.
"Entah kenapa mereka memilih Manado, padahal Manado kan jauh dari Australia, tempat tujuan mereka," bebernya.
Manus menjelaskan, meningkatnya imigran merupakan dampak dari kebijakan pemerintah Australia yang menutup pintu bagi para imigran.
Akibatnya, para imigran menumpuk di Indonesia. Dikatakan Manus, Rudenim di Manado sejatinya sudah tak bisa menampung lagi para imigran.
Disebutnya, tidak sedikit imigran terpaksa tidur di lantai beralaskan tikar karena terbatasnya bilik. "Tapi bagaimana lagi, mereka datang terus," ujarnya.
Manus membeber, para imigran ini memiliki kekebalan internasional saat berada di wilayah Rudenim. Kecuali perkara kriminal. "Mereka memegang kartu internasional," ujarnya.
Beberapa waktu lalu, banyak imigran yang lari dari penampungan. Catatan Tribun Manado, pada 2012, tiga orang berkewarganegaraan Myanmar melarikan diri dari RS Advent.
Saat itu mereka sedang menjalani perawatan kesehatan. Namun, kata dia, kejadian tersebut tak akan terjadi lagi.
"Dulu mereka lari hendak ke Australia, tapi sekarang di sana ketat hingga jika lari mereka akan terlunta-lunta," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/imigran-asal-afganistan-di-rudenim-manado_20150708_091800.jpg)