Nikmatnya Kopi dan Indahnya Senja di Waroeng Charity Manado
Menikmati senja dengan secangkir kopi rasanya begitu nikmat. Apalagi menyeruput kopi di Waroeng Charity Manado.
Penulis: Finneke | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, TRAVEL - Menikmati senja dengan secangkir kopi rasanya begitu nikmat. Apalagi menyeruput kopi di Waroeng Charity Manado. Cafe bernuansa rumah kopi ini menjadi satu di antara tempat nongkrong yang paling digandrungi di Kota Manado.
Jika berkunjung ke Ibukota Sulawesi Utara ini, apa salahnya menyempatkan diri mampir di cafe yang bermotto Salam Satukopi ini. Menghabiskan senja, menikmati secangkir kopi dan sajian berkualitas lainnya.
Cafe ini sebenarnya setara dengan warung kopi lainnya di Manado. Dan saat ini, pertumbuhan rumah kopi di Manado memang lagi pesatnya. Yang membedakan Waroeng Charity ini dengan warung kopi lainnya yakni sajian music live entertainment.
Setiap Jumatnya, rutin digelar live music entertainment. Para musisi lokal maupun nasional bergantian menghentak panggung Waroeng Charity. Menikmati suguhan musik berkualitas ditemani secangkir kopi.
Tak hanya itu, iven musik yang dilaksanakan selalu diberi sentuhan berbeda. Di beberapa kesempatan, kolaborasi musik daerah dan modern digelar di cafe ini.
Suasana cafe ini dibangun serba klasik. Mulai dari tiang-tiangnya, kursi, meja serta pajangan-pajangannya. Semisal jejeran motor-motor klasik di sudut-sudut.
Cafe ini tak besar, tapi tak bisa juga dikatakan kecil. Namun saat senja, jika terlambat datang pasti tak kebagian tempat duduk. Berbagai kalangan mulai dari siswa, mahasiswa hingga pekerja selalu menyemut di cafe ini.
Tak ada penerangan berarti di cafe ini. Saat malam tiba, hanya ada lampu remang-remang yang menyinari seisi cafe. Sengaja dibuat seperti itu, agar kesan klasiknya juga terasa.
Selain markasnya para musisi, cafe ini juga tempat nongkrongnya para pejabat daerah. Semisal Wakil Wali Kota Harley Mangindaan dan Wakil Ketua DPRD Kota Manado, Richard Sualang. Juga beberaa pejabat lainnya.
Kedua punggawa Kota Manado ini selalu terlihat bersantai di Waroeng Charity seusai melaksanakan tugas saat senja maupun malam.
"Tempat ini strategis. Suasananya enak, terutama menjelang malam. Minuman dan makanan yang disajikan pun sangat terjangkau," ujar Richar Sualang.
Stefanus Suradji, sang pemilik cafe mengatakan cafe yang dibangunnya ini untuk semua kalangan. Mulai dari mahasiswa hingga pekerja. Sehingga tak heran, harga-harga yang dibanderol pas di kantong.
Selain itu pula, Suradji ingin agar semua pengunjung cafe bisa menikmati sajian musik berkualitas. Potensi-potensi musisi lokal benar-benar digenjot, selain menampilkan para musisi nasional.
Rasa kopi di Waroeng Charity terasa lebih keras dibanding rumah kopi-rumah kopi lainnya. Jika anda pecinta kopi, cita rasa kopi pahit Waroeng Charity akan memberi sentuhan lainnya.
Suradji mengatakan, kopi ramuannya sebenarnya kopi arabica biasa. Yang membuatnya beda adalah ramuannya. "Kopi di sini diramu dengan cinta," ucapnya lalu tersenyum.
Selain kopi, sajian-sajian lainnya seperti nasi ayam goreng, mie ceplok, roti bakar, pisang goroho, aneka bir dan lainnya bisa dinikmati. Tentu dengan harga yang pas di kantong.
Lokasi cafe ini strategis, berada di kawasan Boulevard Manado, tepatnya di depan Manado Town Square (Mantos). Sangat mudah menemukan cafe ini. Untuk yang naik angkot, jurusan Malalayang, Mantos atau Kampus Unsrat akan lewat di depan cafe.
Slogan Satu Satukopi Waroeng Charity punya arti, dengan secangkir kopi, kita bisa berbagi apa saja dengan sesama. Sempatkan diri mampir di cafe ini. (tribunmanado/finneke wolajan)
Ikuti berita-berita terbaru di tribunmanado.co.id yang senantiasa menyajikan secara lengkap berita-berita nasional, olah raga maupun berita-berita Manado terkini.