Sehari Jelang UN SMP, Siswa Berbondong-bondong ke Gereja
Ibadah pagi di salah satu Gereja di Kabupaten Minahasa Utara itu, Minggu (3/5) tak seperti biasanya.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Arthur Rompis
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Ibadah pagi di salah satu Gereja di Kabupaten Minahasa Utara itu, Minggu (3/5) tak seperti biasanya.
Kaum bapa yang hadir sangat sedikit. Separuh jemaat yang hadir di ibadah pagi itu adalah remaja Para remaja pria dan wanita ini terlihat di ruang dalam Gereja, loby serta di ruangan lantai dua.
Tak butuh penjelasan rumit untuk fenomena langka ini. Di waktu bersamaan, tengah berlangsung siaran langsung partai tinju antara Floyd Mayweather versus Manny Pacquiao.
Para kaum bapa pun memilih bolos masuk Gereja demi menyaksikan pertandingan yang disebut - sebut sebagai pertarungan abad ini. Senin (4/5), para siswa SMP akan menjalani UN, dan para remaja Gereja itu memutuskan untuk menghadap hadirat Tuhan sehari sebelum ujian.
Begitu banyaknya para remaja ini terlihat saat diminta membawakan pujian sebelum khotbah. Area depan mimbar penuh. Kotak persembahan harus disingkirkan. Begitu pula mimbar kecil, harus digeser beberapa meter.
Generasi internet ini menyanyikan lagu lawas "Tak tersembunyi kuasa Allah". Pendeta yang menjadi khadim mendoakan mereka secara khusus dalam doa syafaat.
Erick Lumi, salah satu remaja mengaku, dirinya lebih yakin setelah didoakan pendeta. "Saya jadi siap bertempur di UN," ujarnya.
Erick jujur mengakui sebelumnya jarang masuk gereja. Minggu pagi biasa dihabiskannya di atas tempat tidur. "Ini waktunya berdoa minta kekuatan Tuhan," kata dia.
Mengenai persiapan teknis, Erick mengaku tak masalah. Ia belajar tiap hari, juga rajin mengikuti bimbel di sekolahnya. Hanya saja, Erick menyadari jika setiap manusia punya keterbatasan. "Saya berdoa agar bisa lulus dengan mulus," ujarnya.
Merry siswa lainnya juga tidak melewatkan waktu ibadah minggu pagi. Setelah ibadah yang khusuk, ia kembali menjalani masa belajar intens. "Pulang Gereja saya belajar lagi," kata dia.
Ketua Jemaat Gereja Paulus Langowan Pdt Bawembang Puiri mengatakan, Gereja memang mendoakan secara khusus para siswa peserta ujian dalam ibadah. Menurut Puiri, doa diberikan untuk memotivasi para siswa agar semakin giat belajar. "Harus berdoa serta bekerja," kata dia.
Jika ada siswa yang tidak lulus, kata dia, hal itu juga menjadi pergumulan jemaat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pendeta-gmim-yobel-bitung-doakan-siswa-persiapan-un.jpg)