Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pengguna Jalan tak Mau Dibina, Tilang Saja

Operasi simpatik yang berlangsung di perempatan jalan Jendral Supratman jaring 146 pelanggar.

Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Operasi simpatik di JL WR Supratman 

Laporan wartawan Tribun Manado Felix Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Operasi simpatik yang berlangsung di perempatan jalan Jendral Supratman jaring 146 pelanggar. Operasi ini merupakan rangkaian kegiatan operasi rutin setiap tahun.

Tujuan digelarnya operasi simpatik yaitu menyadarkan pengguna jalan akan pentingnya kelengkapan kendaraan dan keselamatan pengendara. Selain itu operasi ini lebih khusus mengamankan para begal motor yang selama ini meresahkan masyarakat.

Kanit Patwal Iptu Bulasa memberikan peringatan, dan menilang pengguna jalan yang tidak mau dibina, Senin (20/04).

Para pengendara motor yang tidak menggunakan helm kaget saat melalui ruas jalan ini,pasalnya sejumlah personil polisi lalulintas disiagakan.

Situasi jalan yang macet membuat para pelanggar ini tidak bisa memutar balik kendaraannya dan harus rela mendapatkan ganjaran oleh polisi.

Kurangnya kesadaran masyarakat seperti ini menyebabkan polisi harus semakin jelih melakukan,dan menegakan keamanan jalan,apalgi kota Manado mulai kontras dengan kegiatan begal motor.

Kanit Patwal Iptu Bulasa menjelaskan bahwa pentingnya masyarakat manaati aturan.

”Aturan yang kami buat adalah aturan yang menguntungkan keselamatan pengendara. Dimana jika tidak mematuhi berarti akibatnya fatal yaitu mecelakakan,celaka,dalam peristiwa kecelakaan. Mencelakakan berarti menjadikan orang lain sebagai korban kecelakaan ketidak patuhan lalulintas,celaka berarti peristiwa kecelakaan yang terjadi tanpa melibatkan orang lain,dan semua ini terjadi dalam serangkian proses kecelakaan. Sebenarnya semua itu bisa dihindarai yaitu dengan mematuhi peraturan lalulintas,”ujarnya.

Mematuhi peraturan lalulintas dengan cara memiliki document yang lengkap,tidak menambah dan mengurangi bodi kendaraan,memasang lampu,memakai helm standart,dan memeriksa kendaraan sebelum berangkat. Semua hal ini sangat penting dilakukan sebelum melakukan perjalanan agar supaya tidak akan menghambat anda ketika ada rasia kepolisian,”ujarnya.

operasi ini sebenarnya seperti yang tertulis yaitu simpatik dan pada dasarnya memberikan peringatan. Namun tidak menutup kemungkinan untuk melakukan penilangan pada beberapa pelanggaran seperti,motor curian,berkas tidak lengkap,menggunakan knalpot racing,modifikasi yang tidak wajar,dan bergonceng tiga dalam satu motor. Saat ini sudah terjaring sekitar 146 orang dengan pembagian seperti ini 131 kena teguran,dan 15 kena tilang,”ujarnya.

Tujuan kami lebih mengarah kepada kejahatan jalanan seperti pencurian kendaraan,begal motor,taxi gelap,dan sebagainya. Dengan kegiatan seperti ini kami sendiri mengharapkan agar kedepannya kota Manado lebih aman dan nyaman,”ujarnya.

Robert (22) pengguna motor yang kena tilang menyadari kesalahannya.”Saya tahu saya memang salah sebab menggunakan knalpot racing,dan tidak pakai helm. Memang saya biasa lewat disini namun tidak penah kena tilang namun tadi tidak bisa lari lagi sebab macet dan banyak polisi,”ujarnya.

Ia pun merasa jerah dan tidak inigin mengulangi perbuatannya.”Saya jerah setelah mendapatkan surat tilang,dan berjanji untuk tidak melakukan kegiatan yang membahayakan diri sendiri. Saya juga berharap agar bukan hanya masyarakat yang harus patuh tapi petugas juga,sebab petugas merupakan contoh masyarakat,”ujarnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Heru (25),ia kena teguran sebab tidak pakai helm.”Tadi saya tidak pakai helm,dan dapat teguran polisi menuruh saya pulang pakai helm. Saya tadi cepat-cepat dari rumah menuju pasar akibatnya lupa pakai helm,dan saya juga tahu saya salah namun bersyukur tidak kena tilang,”ujarnya.

Sementara itu sesuai jadwal petugas kegiatan operasi simpatik akan berlangsung ulang pada esok hari. Kemudian akan berlanjut pada kegiatan operasi lainya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved