Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Minggu

Berani Nyatakan Kebenaran Firman Allah!

Yeremia adalah nabi yang fenomenal. Dia dipanggil dan diutus Tuhan pada usianya yang masih muda.

Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
zoom-inlihat foto Berani Nyatakan Kebenaran Firman Allah!
net
Ilustrasi

Pendeta Roy Umboh STh
Ketua Jemaat Exodus Paniki II

TRIBUNMANADO.CO.ID - Yeremia adalah nabi yang fenomenal. Dia dipanggil dan diutus Tuhan pada usianya yang masih muda.

Dikatakan fenomenal karena sebagai seorang muda yang masih belum memiliki cukup pengalaman, Yeremia bersedia diutus Tuhan meskipun harus menanggung beban yang cukup berat.

Dimana dia harus bersedia melayani umat yang berada dalam kenyataan hidup yang cukup memprihatinkan karena mereka berada dalam kondisi yang tertindas, dan dianiaya di pembuangan.

Dalam situasi yang seperti tidak ada harapan serta iman yang rapuh yang membuat mereka mudah tergoda oleh berbagai macam penyembahan berhala, serta sikap dan perilaku yang tidak benar, membuat Allah murka terhadap bangsa Yehuda.

Sehingga sebagai seorang pelayan, Yeremia harus berani menyampaikan kebenaran karena dia merupakan nabi yang dipilih oleh Tuhan. Yang adalah penyambung lidah Allah.

Yeremia pun berusaha melakukan tugasnya untuk menegur, membongkar, dan mengembalikan pola kehidupan umat serta menata kembali keimanan bangsa Yahudi.

Dengan semangat orang muda, dia berani dan tegas menyatakan kebenaran Firman Allah. Agar umat mengalami pertobatan.

Dia terus berjuang agar umat dapat kembali bersikap benar, percaya dan yakin kepada Tuhan dengan mengesampingkan segala bentuk penyembahan berhala.

Pada awalnya memang begitu sulit bagi Yeremia karena umat yang mengalami keadaan tertekan sehingga tidak mau menerima nasihat.

Pada awalnya usaha Yeremia tidak disambut baik oleh umat karena mereka bersikap masa bodoh, tak bersemangat dan pasrah pada keadaan yang penuh dengan derita.

Mereka bahkan secara terang-terangan menunjukkan ketidaksukaan atas teguran, dan kritikan Yeremia kendatipun itu untuk keselamatan mereka.

Yeremia pun sempat merasa putus asa. Dia merasa seolah-olah Tuhan meninggalkannya. Serta menganggap apa yang dialaminya ini tidak adil. Hal ini diungkapkan dalam ayat 18.

Namun Tuhan menjanjikan kepada Yeremia penyertaan serta perlindunganNya kepada Yeremia jika dia tetap menjadi pelayan Tuhan yang setia, dan menjadi penyambung lidah Tuhan.

Penderitaan yang dihadapi oleh Yeremia adalah suatu konsekuen yang harus dihadapi bukan hanya pelayan Tuhan, tapi juga umat Kristen.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved