Renungan Minggu
Saling Menolong, Wujud Kasih Kepada Kristus
alah satu budaya orang Minahasa adalah mapalus (saling membantu atau saling menolong), seperti di kebun atau sawah.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
Pdt Greity Koba-Piri STh
TRIBUNMANADO.CO.ID - Salah satu budaya orang Minahasa adalah mapalus (saling membantu atau saling menolong), seperti di kebun atau sawah. Bahkan di beberapa daerah ada mapalus pesta kawin dan juga ada pembangunan rumah tinggal. Betapa budaya mapalus perlu dicontoh.
Mungkin bagi masyarakat perkotaan budaya mapalus sudah jarang ditemui. Masing-masing sibuk dengan urusannya bahkan sikap individual melekat dalam masyarakat perkotaan.
Saudara-saudara saling membantu atau menolong ini juga yang ditunjukkan dalam perikop bacaan kita ini.
Rasul Paulus mengungkapkan bahwa hidup saling membantu atau menopang adalah sebagai perwujudan kasih kepada Kristus, begitu pula pengumpulan persembahan, itu adalah bagian yg penting dalam pelayanan.
Sebagaimana yang dilakukan kepada orang-orang percaya yang ada di Yerusalem yang mengalami kesusahan yang ditopang atau dibantu oleh orang-orang Korintus.
Titus sebagai hamba Tuhan memberi diri dalam pelayanan ini ia dengan penuh kesungguhan dan bertanggungjawab melaksanakan tugas ini, bersama dengan kedua rekannya tugas yang diberikan kepada Titus sekaligus juga keterpanggilannya bukanlah tugas yang mudah karena ia juga mengahadapi pergumulan namun semuanya bisa diatasinya.
Orang yang melaksanakan tugas ini adalah orang yang dipercaya, memiliki kehidupan moral yang benar, bersih dan baik serta memiliki kesaksian Kristen yang kuat artinya mereka mengenal Tuhan secara pribadi.
Titus adalah orang yang pantas atau cocok melaksanakan tugas itu. Ini dilakukan bukan hanya karena tradisi, bukan sekedar ikut-ikutan, bukan untuk mencari popularitas atau mempertahankan posisi. Tetapi benar-benar percaya pada Injil Yesus Kristus, mereka tekun dan bersemangat, giat dan rajin dalam tugas pelayanan ini.
Titus adalah rekan sepelayanan dari Paulus. Ketika Titus pergi ke Jemaat Korintus, jemaat sudah mengenalnya. Sikap dan perilaku yang baik dari Titus sudah diketahui oleh jemaat.
Titus dan rekan-rekannya disebut Paulus kemuliaan bagi Kristus. Artinya menjadi teladan. Dimana ketekunan, kesetiaan, kesungguhan dalam melayani Tuhan telah ditunjukkan oleh Titus dan rekan-rekannya.
Saudara-saudara, pesan firman Tuhan bagi kita saat ini adalah bahwa persoalan kemiskinan bukan hanya menjadi persoalan bangsa atau pemerintah. Namun sebagai gereja atau orang percaya kita turut berperan dalam mengatasi atau menangulangi hal itu, bagi saudara-saudara seiman kita yang membutuhkan pertolongan.
Ketika kita melakukan hal itu maka ini merupakan pelayanan kasih dan wujud iman kita kepada Tuhan. Dimana bagi mereka yang berkelebihan hendaklah membantu mereka yang berkekurangan.
Ini bukan karena tradisi, cara nama, popularitas, tapi karena tanggungjawab iman kita kepada Tuhan. Bahasa Teologi mengatakan kita berdiakonia membantu mereka yang miskin (yaitu pelayanan diakonia karitatif).
Sekarang, yang perlu diangkat ke permukaan adalah pelayanan diakonia reformatif dan transformatif (artinya memperdayakan mereka).
Saudara-saudara, segala yang kita miliki bersumber pada Tuhan sebab itu segala harta milik hanyalah anugerah dari Tuhan.