Renungan Minggu
Hidup Sebagai Orang yang Sudah Diselamatkan
Dalam kitab Zakharia menjelaskan bahwa bangsa Israel berada di dalam penderitaan.
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
Pendeta Grace Tatelepta STh
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam kitab Zakharia menjelaskan bahwa bangsa Israel berada di dalam penderitaan.
Mereka menderita karena Allah menjauhkan diri dari mereka. Mereka menjadi putus asa, dan Yeruselem menjadi sunyi sepi.
Situasi dan keadaan inilah yang melatarbelangi pemberitaan Zakharia ketika menyampaikan Firman Tuhan pada pasal delapan yang menjadi bacaan kita saat ini.
Menurut Zakharia, Tuhan sendiri bertindak dengan menyatakan bahwa Tuhan tidak mau membiarkan umat-Nya.
Tuhan mau menyemangati umat untuk berpengharapan. Tuhan sendiri hadir di Yerusalem dan memberi makna baru pada kota itu dengan sebutan Kota Setia, Gunung Kudus.
Karena itu harus memberi perhatian penuh pada pembangunan kembali Yerusalem terutama bait sucinya.
Inisiatif Tuhan yang menjanjikan ini, pasti didambakan oleh umat yang sedang menderita. Janji-janji-Nya sungguh menguatkan hati umat, dan terutama pengharapan akan damai sejahtera menjadi dambaan umat ketika umat baru kembali dari pembuangan, dan mendapatkan Yerusalem yang sudah porak-poranda.
Ada syarat yang harus dilakukan oleh umat Israel ketika menerima janji-janji dari Allah.
Jawaban atas respons kasih Allah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan beriman umat Allah.
Keselamatan bukan hasil usaha manusia, tetapi pemberian Allah. Sebagaimana Yesus yang hadir di dunia bukanlah kehendak manusia tapi kehendak Allah.
Dia hadir untuk menyelamatkan manusia sebagai hadiah dari Allah bagi kita yang berdosa. Semua ini murni inisiatif dan kerja kuasa Allah.
Dengan memahami semua ini, maka perjuangan kita sekarang bukan lagi perjuangan untuk mencari atau meraih keselamatan.
Perjuangan kita sekarang adalah menjalani kehidupan sebagaimana layaknya orang yang telah beroleh keselamatan.
Sebagaimana Firman Tuhan di masa Zakharia dan Lukas, telah menjadi suatu kenyataan pada waktunya yang ditentukan Allah sendiri.