Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tradisi Pasiar Bendi Saat Natal, Nurdin Dapat Rp 350 Ribu Dalam Tiga Jam

Tiap tanggal 25 dan 26 Desember, di wilayah Minahasa yang berada bendi seperti Tondano, Langowan, Kawangkoan, di jalanan selalu ramai dengan bendi.

Penulis: Finneke | Editor:

Laporan wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Natal selalu menjadi momen yang ditunggu - tunggu tiap tahun. Selain makanan dan minuman melimpah, baju dan pakaian baru, ada juga tradisi Natal yang tak lekang hingga saat ini. Yakni keliling - keliling atau pasiar kampung dengan bendi, kendaraan tradisional dari Minahasa.

Tiap tanggal 25 dan 26 Desember, di wilayah Minahasa yang berada bendi seperti Tondano, Langowan, Kawangkoan, di jalanan selalu ramai dengan bendi yang mengangkut penumpang penuh. Tak terkecuali anak - anak, orang dewasa pun tak mau ketinggalan momen tersebut. Bahkan bendi tak jarang mengangkut kelebihan beban.

Orang - orang berebutan mencari bendi yang tak ada penumpang. Rute perjalanan hanya sepanjang kawasan yang bisa dijangkau, karena tenaga bendi pun memang tak bisa menjangkau jarak terlalu jauh. Biasanya hanya di kawasan perkotaan di tiap wilayah tersebut. Ada pula yang naik bendi dengan tujuan dan tarif seperti biasa.

Tradisi turun temurun ini juga tak mau dilewatkan para pengendara bendi. Rupiah - rupiah yang masuk memang lebih dari hari - hari biasa. Biasanya tarif yang diberlakukan adalah tarif sewaan, tergantung pembicaraan si kusir dan penumpang. Jika beruntung, kusir bendi akan memberi harga paling memuaskan bagi pelanggan.

Miracle dan Michael misalnya, dua anak kembar asal Tondano yang dimintai keterangan, Jumat (26/12). Dengan polosnya mereka menyebut tiap hari Natal harus naik bendi dengan teman - teman mereka. Rasanya tak lengkap jika tak naik bendi. "Tadi naik bendi keliling Tondano dengan teman - teman, kami membayar sepuluh ribu per orang," ujarnya Miracle polos.

Sementara itu, Nurdin, salah seorang kusir bendi di Tondano mengaku tiap tahun selalu memanfaatkan kesempatan ini. Biasanya penumpang mulai ramai pada tengah hari, setelah ibadah Natal ke dua usai. Sejak saat itu juga, hingga malam harinya ia tak pernah kehabisan penumpang.

"Memang Natal selalu ramai dengan penumpang, baik anak - anak maupun orang dewasa. Rute biasanya hanya seputaran Kota Tondano. Kemarin (25/12), baru tiga jam saya keluar sudah dapat Rp 350 ribu. Berlipat - lipat dari hari biasanya," ucapnya semringah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved