Pengetahuan Warga Tentang Perawatan Instalasi Listrik Minim
Musibah kebakaran akhir-akhir terjadi secara beruntun di Kota Manado.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Musibah kebakaran akhir-akhir terjadi secara beruntun di Kota Manado. Dua lokasi kebakaran terakhir di Kampung Kodo, Kelurahan Lawangirung, Kecamatan Wenang dan Kelurahan Pakowa, Lingkungan Tiga, Kecamatan Bumi Nyiur ditengarai terjadi, akibat hubungan pendek atau korsleting.
Guna meminimalisir terjadinya kebekaran, maka pelanggan harus paham dengan perawatan instalasi listrik.
Yenny Waworuntu mengaku, takut dengan peristiwa kebakaran yang akhir-akhir ini terjadi di Kota Manado dan sekitarnya. Dia pun menceritakan pengalaman pahitnya terkait listrik yang nyaris membakar tempat tinggalnya.
Ketika itu, Yenny mencolok kabel televisi di sambungan terminal. Ternyata kapasitas listriknya tidak mampu sehingga kabel terminal meleleh.
"Saat saya memasuki rumah, saya mencium bau hangus. Ternyata berasal dari kabel terminal yang meleleh. Setelah melihat itu, kabel itu langsung saya cabut," katanya kepada Tribun Manado Jumat (29/8/2014).
Sejak itu dia lebih berhati-hati, dengan memeriksa kapel dan jaringan listrik sebelum keluar rumah." Sejak peristiwa itu saya tidak mencolok lagi beberapa kabel ke terminal, itu ternyata berbahaya," kata perempuan berusia 40 tahun ini.
Syane Rumengan Lolowang, warga Pakowa, juga mengaku tak tahu perawatan instalasi listrik. Dia mengatakan, pernah mengganti instalasi listrik tetapi waktunya sudah lama. Dengan adanya kejadian kebakaran yang terjadi hampir setiap hari membuatnya juga takut.
"Tiap bulan memang ada pegawai PLN yang datang, tapi mereka hanya memeriksa meteran. Seharusnya ada pegawai PLN yang secara khusus memeriksa instalasi listrik untuk rumah," kata perempuan berusia 63 tahun ini.
Hal senada disampaikan Switli, warga Kelurahan Paal IV. Dia mengatakan, sering cemas apalagi semenjak rumahnya di rendam banjir awal bulan Januari lalu.
"Takut jika terjadi kebakaran. Biar so ganti instalasi mar ada beberapa lampu yang kalau di pasang membuat saklar listrik turun. Sehingga lampu itu tidak pernah dipasang lagi, '' kata Switli.
Dia pun hanya berharap PLN bisa mensosialisasikan kepada masyarakat bagaimana merawat instalasi listrik.
"Harusnya masyarakat diberikan informasi, mengenai perawatan instalasi listrik, berapa lama harus di ganti.Apa penyebab hubungan arus pendek dan sebagainya," ujarnya.
Sedangkan Meilyn mengusulkan kepada PT PLN agar dapat bekerjasama dengan kelurahan guna mensosialisasikan tentang tentang peringatan akan bahaya kebakaran.
"Kan tidak mungkin pegawai PLN satu per satu datang ke rumah warga, mereka bisa bekerja sama dengan kelurahan untuk menyelenggarakan workshop. Hal-hal apa saja yang tidak boleh di lakukan agar terhindar dari bahaya," kata perempuan yang berambut ikal ini.
" Selama ini saya hanya tahu tak boleh menyambung aliran listrik secara tidak resmi. Selain itu saya tidak tahu bagaimana perawatan instalasi listrik," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Unsrat, Dr Eng Vecky C Poekoel ST MT mengatakan, kebakaran yang disebabkan hubungan pendek aliran listrik pada dasarnya banyak dilatarbelakangi oleh kelalaian warga. Intinya pelanggan banyak yang enggan menaati standar kelistrikan yang sudah ditentukan, terutama terkait instalasinya.
Padahal menurut dia, pihak PLN selaku penyedia jasa kelistrikan, telah menetapkan Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL), dimana peraturan itu menjadi standar yang mesti ditaati pelanggan. "Ketidakpatuhan itu terlihat pada kebiasaan warga mengubah instalasi (menambah) tanpa berkonsultasi dengan PLN," kata Poekoel.