Mutiara Ramadan
Pesta Lebaran
IDUL Fitri itu peristiwa keagamaan yang telah bercampur menyatu dengan pesta budaya.
Oleh: Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syarief Hidayatullah, Jakarta
IDUL Fitri itu peristiwa keagamaan yang telah bercampur menyatu dengan pesta budaya. Begitupun puasa Ramadan, kehadiranya mengubah ritme sosial, pola konsumsi, serta mendatangkan atmosfer religius dan damai yang begitu terasa.
Kini kita memasuki penghujung Ramadahan. Masyarakat sibuk, bahkan heboh, menyambut datangnya Lebaran Idul Fitri. Muncul perasaan gembira bercampur sedih setiap hendak berpisah dengan Ramadan yang agung dan mulia.
Ramadan menjumpai kita menebarkan janji-janji rahmat dan ampunan Ilahi. Lega, sedih, dan haru bercampur menjadi satu. Rasanya ingin menangis dan tersenyum berpisah dengan Ramadan.
Dengan berpuasa kita melakukan transendensi diri, mengambil jeda dan jarak dari rutinitas hidup yang mungkin telah membuat kita bekerja bagaikan sebuah mesin tanpa ruh. Semoga capaian dan penguatan ruhani selama Ramadan akan membekali kita di hari-hari dan bulan mendatang.
Idul Fitri menandai berakhirnya bulan puasa lalu kita kembali menapaki hari-hari biasa. Semoga kita mampu menjalaninya dengan cara pandang baru, dengan ketajaman mata hati dalam memaknai kehidupan ke depan agar tidak bingung dan hilang ditelan gegap gempita dan riuh rendah rutinitas kehidupan yang kadang terasa pengap.
Tradisi berlebaran di wilayah Nusantara sungguh sangat unik dan sangat mengesankan. Layaknya sebuah pesta budaya berskala nasional. Bercampur baur antara ajaran agama dengan tradisi lokal serta pengaruh kebudayaan moderen.
Sekalipun agama tidak mewajibkan pulang mudik, setiap Lebaran tiba kita sangat antusias beramai-ramai menengok kampung halaman bertemu keluarga dan handai taulan. Sebuah festival keluarga, budaya, dan agama menjadi satu yang bergerak secara spontan dari masyarakat yang juga membawa dampak positif bagi pemerataan ekonomi.
Lambat laun kegairahan dan pemaknaan pulang mudik Lebaran akan mengalami perubahan seiring perubahan generasi masyarakat urban. Banyak remaja saat ini yang lahir dan tumbuh di kota besar sehingga tidak memiliki kenangan emosional dengan kampung halaman sebagaimana orangtua mereka.
Sebagian remaja bertanya, untuk apa berjejalan dan bermacet-macetan pulang mudik untuk Lebaran di kampung, padahal hari lain juga lebih nyaman berkunjung ke desa kakek-neneknya. Pikiran ini mudah dimaklumi karena mereka lahir dan tumbuh dalam kultur berbeda dari orangtuanya.
Namun begitu di lingkungan masyarakat dan penduduk Jakarta tradisi saling berkunjung ketika hari Lebaran masih sangat kuat dengan suguhan makanan daerah.. Ini tradisi bagus yang mesti dijaga.
Jadi, memori Lebaran yang melekat pada generasi orangtua tidak lagi dimiliki oleh anak-anaknya dan kecenderungan ini akan semakin meningkat jumlahnya. Fenomena ini sudah mulai kelihatan, banyak pasangan muda yang kemudian memilih rekreasi ke luar negeri atau ke Bali, misalnya, di hari Lebaran karena merasa tak punya ikatan emosional kuat dengan kampung halaman orangtuanya.
Apapun penjelasannya, pesta Lebaran di Indonesia sangat fenomenal dibandingkan hari besar lain. Ini disebabkan antara lain Lebaran merupakan puncak perjalanan puasa selama sebulan sehingga kehadirannya selalu dihitung dari hari ke hari.
Perjuangan puasa untuk membersihkan diri ikut mewarnai pesta Lebaran sehingga ketika pulang mudik semacet apapun kendaraan sangat sedikit terjadi bentrok atau konflik antar sesama pengguna jalan. Wajah-wajah mereka ramah menebarkan aura persahabatan di manapun berjumpa.
Fenomena lain yang ikut menyemarakkan Lebaran adalah tradisi halal bi halal yang diselenggarakan di kantor-kantor, baik swasta maupun pemerintah. Uniknya lagi dalam acara halal bi halal sering ditampilkan kesenian daerah, kesenian bernuansa Arab dan musik Barat.
Panggung agama yang eklektik ini sesungguhnya sudah terlihat ketika kita menyimak acara televisi menemani makan sahur. Di situ yang heboh bukannya pesan agama melainkan musik dan lawakannya yang ternyata banyak memperoleh dukungan iklan. Artinya, panggung itu ratingnya tinggi.