Rohani Katolik
Kisah Bocah Minta Dibotaki Rambutnya di Perayaan Petrus dan Paulus
Kemarin, Minggu, (29/6/2014), Gereja Katolik merayakan Hari Raya Petrus dan Paulus.
Penulis: | Editor:
"Jadi mereka disebut juga pembelot. Tapi mereka tetap berjuang untuk menunjukkan bahwa inilah jemaat yang benar, jemaat yang dikehendaki Yesus sendiri," ujarnya.
Dalam bacaan pertama, kata Pastor Ventje, Tuhan mau menunjukkan bahwa Yesus menyertai Gereja dalam penganiayaan. Isi cerita tentang keinginan untuk membunuh Yakobus, kepala jemaat di Yerusalem juga menceritakan penangkapan Petrus.
"Petrus dijaga empat regu dengan empat penjaga. Jadi seluruhnya 16 orang. Ia juga dijaga dua orang di samping kiri dan kanan," ujarnya.
Tapi Tuhan, ujar pastor Ventje yang ingin melindungi dasar Gereja ini, melalui malaikatnya membuka gembok dan memberi kelepasan.
"Petrus, sang wadas sungguh ingin dijaga. Dan keyakinan akan tuntunan Tuhan itu dimiliki rasul Paulus," katanya.
Dikatakannya, Paulus bukan pewarta yang tidak pernah salah. Tapi Paulus karena pertobatannya harus juga mengalami penderitaan.
"Kapalnya pernah karam dan penderitaan yang lain tapi Tuhan mendampingi. Bersama Petrus, Paulus menerima mahkota kemenangan karena ia telah meyakini selalu dijaga Tuhan," ujarnya.
Sebagai ilustrasi akhir, Pastor Ventje menceritakan tentang seorang pemain sirkus dalam wanana tali yang tingginya delapan meter dan panjangnya sepuluh meter. Pemain sirkus itu berhasil melewati tali itu di depan penonton.
"Ia menantang penonton akan berjalan mundur, penonton sangsi tapi ia berhasil melakukannya. Begitu juga ketika akan melompat-lompat," katanya.
Sang pemain sirkus kemudian menantang penonton untuk naik ke punggungnya sambil ia berjalan di atas tali. Tapi tak ada yang bersedia.
"Lalu ada anak yang langsung naik ke punggung sang bapak. Dengan anak itu di punggung, bapak itu kembali berhasil melakukan semuanya," ujarnya.
Jawaban dari keberhasilan itu menurut pastor Ventje ialah anak itu merupakan anak kandung sang pemain sirkus. Pengenalan sang anak sama dengan pengenalan manusia terhadap Allah.
"Banyak hambatan yang akan kita alami tapi Tuhan menjaga kita Gereja yang didasarkan oleh para rasul ini. Karena itu jadilah pembawa keadilan, dan pewarta iman," katanya. (david manewus)