Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah Paskah, Berawal dari Tradisi Yahudi

Paskah bagi orang Kristiani memang berpusat pada peristiwa kebangkitan Yesus Kristus setelah disalib dan wafat selama tiga hari.

Tayang:
Penulis: | Editor:

Paskah bagi orang Kristiani memang berpusat pada peristiwa kebangkitan Yesus Kristus setelah disalib dan wafat selama tiga hari. Tapi Paskah tidak bisa dilepaskan dari perjamuan Paskah bangsa Yahudi, yang dilaksanakan menurut pola turun-temurun dalam setiap rumah tangga Yahudi.

CIRI khas perjamuan Paskah ini adalah orang Yahudi minum dari empat cawan anggur (bahasa Ibrani disebut Yayin), yang melambangkan empat kerajaan dunia. Hal ini diatur dalam Talmud Yerusalem. Umat Yahudi makan Paskah dengan bersandar seperti halnya orang-orang kaya waktu itu, yang melambangkan kemerdekaan mereka dari perbudakan.

Paskah Yahudi
Seperti dituliskan oleh Pastor Stanislaw Agus Haryanto, OFM, terdapat satu tata cara tertentu untuk merayakan Paskah. Ada Kadesh, suatu berkat pembukaan dan doa yang berbunyi, "BARUKH 'ATAH ADONAI, 'ELOHEINU MELEKH HA'OLAM, BORE' PERI HAGAFEN", yang artinya: "diberkatilah Engkau Ya Tuhan, Allah kami, raja semesta alam, yang menciptakan buah anggur." Diikuti dengan minum anggur dari cawan yang pertama dari cawan yang pertama dari keempat cawan anggur dan semangkuk sayur-sayuran dan kuah.

Cawan yang pertama ini disebut cawan pengudusan (dari 4 cawan anggur yang diedarkan selama upacara tersebut). Ini juga dilakukan oleh Yesus Kristus sewaktu mengadakan perjamuan terakhir dengan para muridnya, lihat di Lukas 22:17.

Berikutnya adalah Urekhats, suatu tatacara pembasuhan tangan. Sebelum makan sayur-sayuran (yang disebut KARPAS) dan Kuah, mereka membasuh tangan (UREKHATS) terlebih dahulu. Kemudian para peserta perjamuan Paskah mencelupkan sayuran hijau ke dalam air garam dan memakannya. Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam Injil

Yohanes 13:26-27, tatkala mengadakan perjamuan malam terakhir bersama para muridnya.

Setelah itu selesai, Kepala Keluarga (pemimpin Perjamuan) mengambil satu dari tiga roti pipih tidak beragi (ibrani;"MATSAH"), lalu memecahkannya dan menyisihkan

sebagian. Pada setiap meja Perjamuan Paska selalu disiapkan sebuah tas kain yang dinamakan "MATSAH TOSY", tas ini biasanya berbentuk persegi atau bundar yang

diletakkan diatas meja. Di dalam tas ini ada tiga potongan roti tak beragi. Pada langkah berikut, pemimpin Perjamuan Paskah mengambil roti yang ditempatkan di bagian tengah dan memecahnya menjadi dua. Inilah yang dilakukan oleh Yeus Kristus dalam Injil Mateus 26;26 dan Injil Lukas 22:19. Potongan terbesar dibungkus pada kain dan disisihkan untuk dimakan kemudian diakhir Perjamuan.

Kemudian Kepala keluarga menceritakan kepada anggota keluarga tentang kisah Paska. Dan nyanyian Mazmur 113 dan Mazmur 114 di nyanyikan. Kisah penetapan Paskah (MAGID)

diucapkan, Mazmur 113 dinyanyikan. Kisah penetapan Paskah ditutup dan pada saat ini cawan anggur ke-2 diisi lalu diedarkan dan diminum oleh peserta perjamuan.

Kemudian acara makan utama dilaksanakan, semua orang mencuci tangannya. Sebuah doa mohon berkat untuk makanan diucapkan, doa berkat itu berbunyi; "BARUKH 'ATAH ADONAY, 'ELOHEINU MELEKH HA'OLAM HAMOTSI LEKHEM MIN HA'ARETS", yang artinya: "diberkatilah Engkau ya Tuhan, Allah kami, raja semesta alam yang menghasilkan roti di bumi ", maka dimakanlah makanan utama (SHULKHAN 'OREKH) yang terdiri dari daging panggang (daging domba) dan roti tak beragi (MATSAH) dan sayur pahit (MAROR)

berurut-urutan. Sayur pahit ini melambangkan pahit getirnya selama perbudakan ditanah Mesir. Kemudian Kepala Keluarga kembali mengambil roti tidak beragi (MATSAH) yang sudah disisihkan sebelumnya. Kemudian Matsah dan Maror dimakan bersama-sama dalam acara yang disebut KOREKH, disusul makan potongan roti yang sudah disisihkan. Dan

sesudah berdoa lagi maka diminumlah cawan ke-3 cawan penebusan. Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam Injil Lukas 22:20.

Upacara ini ditutup dengan nyanyian dalam Mazmur 114-118 (HALEL, atau "HALELUYAH") dinyanyikan sebagai ucapan syukur dan cawan ke-4 (anggur terakhir) diminum, dan pintu rumah dibuka sebagai simbol menyambut kedatangan ELIA yang akan datang dan memberitahukan kedatangan Mesias.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved