Bencana di Sulut
Koessoy Nilai Drainase Manado Amburadul
Drainase merupakan komponen penting dalam pembangunan sebuah kota.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor:
Pascabanjir, semua sistem drainase di Manado juga mengalami penyumbatan dan sedimentasi lumpur yang terbawa banjir. "Makanya yang harus dilakukan sekarang semua drainase harus dibuka, dibersihkan, dirombak dan didesain kembali pada bentuk sebenarnya," jelas Pieter.
Selain itu, sebagai langkah penanganan bencana banjir ke depan, menurut Assa, perlu dilakukan revisi rancangan utama drainase kota. "Dan ini harus dikerjakan pemerintah kota bersama dengan pemerintah provinsi," tandasnya.
* Kawasan reklamasi
Assa juga menyoroti ulah pengembang kawasan reklamasi pantai Boulevard yang dinilai tak bertanggung jawab. "Salah satu penyebab terjadinya genangan di kawasan Boulevard karena pengembang kawasan reklamasi menutup sejumlah saluran air alami yang sudah ada sebelum reklamasi pantai dilakukan," ujarnya menjelaskan.
Menurutnya, ada sekitar 20 saluran air alami yang mengalirkan limpahan air perkotaan menuju Teluk Manado sebelum ada kawasan reklamasi. "Saluran air ini oleh mereka (pengembang) ditutup. Kalaupun ada yang dipertahankan ukurannya diperkecil. Jangan heran kalau saat hujan air tergenang di kawasan Boulevad karena teralang," tuturnya.
Untuk itu, Pemko Manado akan tegas mengingatkan kembali aturan yang sudah ada ke pengembang kawasan reklamasi pantai Boulevard Manado. "Mereka harus kembali bangun sistem saluran air yang akan aliran air menuju laut. Jumlahnya sebanyak mungkin, kalau bisa di setiap gang antarbangunan harus dibangun dengan sistem drainase tertutup dan dilengkapi sejumlah lubang kontrol. Lebarnya minimal 3 meter. Ini harus dilakukan, karena merupakan bentuk tanggung jawab mereka," tegas Pieter Asa.
Terkait saluran buangan air kota yang masuk ke kawasan reklamasi Boulevard tersebut, Ferry Siwi mengatakan, pembangunannya akan mulai dikerjakan April 2014 mendatang, dengan penanggung jawab Kementerian PU RI.
"Ini sudah dikoordinasikan dengan pemilik lahan reklamasi. Seharusnya sudah dibangun akhir tahun 2013 tetapi karena ada kepentingan kawasan jelang Natal dan Tahun baru maka ditunda. Pemilik kawasan reklamasi tak mempermasalahkan proyek ini, karena memang menjadi tanggung jawab moral bagi mereka untuk ikut menunjang," terang Siwi.(ryo/ika)
Ikuti terus perkembangan berita aktual melalui TRIBUNMANADO.CO.ID. Berita ini selengkapnya dapat Anda ikuti melalui Tribun Manado edisi cetak terbit Jumat (21/2/2014).