Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

SEA Games

Sisi Lain SEA Games 2013: Ibu Kota Myanmar yang Senyap

Tapi ada beberapa petani yang sedang yang sedang membersihkan bekas-bekas panen padi dan hamparan sawah luas membentang di sepanjang jalan

Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID- Setelah menempuh perjalanan darat selama enam jam ke arah utara dari Yangon, perlahan terlihat tanda-tanda Kota Naypyitaw, ibu kota Myanmar yang baru dibangun.

Spanduk-spanduk SEA Games ke-27 Myanmar terpasang di kiri kanan jalan raya yang lebar dan mulus setelah menempuh perjalanan 400 kilometer menyusuri jalan raya dengan dua lajur.

Jalan yang lebar dan tidak berlubang sedikit pun itu membuat perjalanan sekitar enam jam menggunakan bus umum terasa nyaman.

Tanda-tanda perumahan penduduk belum tampak.

Tapi ada beberapa petani yang sedang yang sedang membersihkan bekas-bekas panen padi dan hamparan sawah luas membentang di sepanjang jalan raya yang menghubungkan Yangon dan Naypyitaw.

"Kita sedang memasuki Kota Naypyitaw," kata sopir bus menjawab pertanyaan penumpang yang hendak menuju ibu kota negara penghasil beras itu.

Naypyitaw dibangun di hamparan tanah yang sebelumnya kosong sehingga bukan hal sulit bagi pemerintah Myanmar untuk membuat bangunan luas dengan jarak rata-rata 100 meter lebih dari jalan raya.

Kota yang ditetapkan menjadi ibu kota Myanmar tahun 2006 itu terlihat sunyi senyap.

Sangat jarang kendaraan yang melintasi jalanan Naypyitaw yang mirip jalan-jalan utama Beijing, ibu kota China, yaitu lurus dan lebar dengan trotoar tertata rapi yang nyaman bagi pejalan kaki meski kenyataannya sangat jarang warga yang berjalan kaki melewatinya.

Pada malam hari, hampir tidak ada kehidupan yang terlihat meski waktu masih menunjukkan pukul 20.00. Hanya terlihat beberapa kendaraan yang lalu lalang atau beberapa anggota polisi yang berjaga-jaga di pos di setiap sudut jalan.

Pemindahan

Ketika pemerintahan militer Myanmar mulai berbenah-benah untuk memindahkan pusat kekuasaan ke daerah pedalaman di sebuah kota di Distrik Mandalay, sekitar 2005, banyak masyarakat yang bingung.

"Saya tidak mengerti mengapa mereka memutuskan untuk meninggalkan Yangon. Saya tidak tahu mengapa mereka ingin datang kesini," kata seorang warga Naypyidaw seperti yang dikutip BBC News.

Sebagian masyarakat ketika itu berharap rencana pemindahan Ibu Kota tidak benar-benar terjadi karena ongkos yang harus ditanggung akan besar.

Ketika kota tersebut dibuka pada 2006, tidak gampang bagi orang asing untuk memasuki kota baru yang diberi nama Naypyitaw, yang berarti Istana Raja.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved