HUT TNI
Rangga Kaget Dengar Ledakan
Keempat, tingkatkan militansi keprajuritan melalui penguatan dan pengalaman nilai-nilai sapta marga, sumpah prajurit dan delapan wajib TNI,
Penulis: Maickel Karundeng | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VIII Manado Laksamana Pertama (Laksma) TNI Raja Morni Harahap menjadi inspektur upacara pada peringatan HUT ke-68 Tentara Nasional (TNI) di di Hanggar Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Manado, Sabtu (5/10/2013) pagi.
Laksma TNI Raja Morni Harahap membacakan amanat tertulis Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Ada tujuh poin yang digarisbawahi Panglima TNI sebagai pedoman seluruh jajaran satuan TNI. Pertama, tingkatkan terus keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa sebagai landasan moral dan etika bagi prajurit dan PNS TNI dalam melaksanakan tugas.
Kedua, tingkatkan profesionalitas keprajuritan dengan terus belajar dan berlatih, tingkatkan keterampilan lainnya terkait tugas perbantuan TNI. Ketiga, tingkatkan soliditas dan solidaritas antarprajurit dan satuan serta dengan masyarakat sebagai modal membina kebersamaan TNI-Rakyat, sehingga tercipta kesatuan usaha dalam mengatasi kesulitan rakyat, yang akan semakin memperkuat kecintaan rakyat kepada TNI.
Keempat, tingkatkan militansi keprajuritan melalui penguatan dan pengalaman nilai-nilai sapta marga, sumpah prajurit dan delapan wajib TNI, baik dalam konteks tugas operasi militer selain perang (OMSP).
Kelima, tegakkan kesatuan komando dan kembangkan kepemimpinan lapangan, yang diarahkan bagi tumbuh kembangnya sikap partisipatif, sehingga kreativitas yang berkembang dan upaya membangun komunikasi dua arah dengan seluruh lapisan masyarakat tetap berada dalam koridor kebijakan dan berada dalam konteks pelaksanaan tugas yang diembankan oleh negara.
Keenam, pegang teguh komitmen netralitas TNI dalam setiap aktivitas politik di pusat dan di daerah, karena komitmen netralitas tersebut adalah jaminan bagi terselenggaranya pemilu 2014 dan suksesi kepemimpinan nasional secara lancar, tertib, bebas adil dan damai. Ketujuh, jadikan motto Bersama Rakyat, TNI Kuat sebagai acuan dalam kreativitas membangun dan memperkokoh kemanunggalan TNI dengan Rakyat.
Seusai upacara dilanjutkan parade dan defile prajurit serta demonstrasi keterampilan prajurit TNI seperti beladiri judo dan karate. Para prajurit bertarung secara berpasangan dan satu melawan tiga.
Ada juga beladiri yongmodo dari TNI AD dimana satu prajurit melawan enam prajurit dan seorang prajurit menghancurkan alat bagunan dengan tendangan. TNI AL melalui prajurit gagah berani dari kesatuan Batalion Marinir Pertahanan Pangkalan TNI AL VIII menampilkan kolaborasi senam perahu karet dan beladiri karate, kolone senapan yang diiringi genderang tambur dan tembakan. Satu di antara prajurit TNI AL mematahkan besi dengan kekuatan tangan kosong.
Warga Kota Manado yang tinggal di sekitar hanggar Lanudal ramai-ramai mendatangi lokasi upacara HUT ke-68 TNI untuk menyaksikan beragam atraksi dari prajurit TNI. Rangga (10) bersama ayahnya Hence (40) pun tak ketinggalan.
"Saya datang ke sini karena HUT TNI selalu meriah dan ramai dengan upacara dan atraksi dari prajurit. Rangga sangat senang karena cita-citanya menjadi tentara angkatan udara agar bisa menerbangkan pesawat tempur," tutur Hence.
Menurut Hence, dia dan putranya Rangga sempat kaget saat mendengar ledakan yang merupakan bagian dari atraksi peringatan HUT TNI. "Saya dan anak saya kaget, bahkan sempat ancang-ancang ingin lari karena takutnya itu bom," tuturnya sambil tersenyum. Kata Hende, orang-orang yang berada di sampingnya pun sampai merunduk saat dengar ledakan pada parade pasukan. (kel)