Masjid Megah di Tengah Kremlin Putih
Ada Kremlin lain yang belum banyak dikenal yaitu di Kota Kazan, ibukota Republik Tatarstan.
Penerimaan Islam sebagai agama resmi diperingati setiap tahun melalui festival yang diberi nama Izge of Bolgar Jiyeni. "Kita bisa mengenal perkembangan Islam dari wilayah Volga Bolgar. Bekas kejayaan kerajaan Islam bisa dilihat di sini," ujar Diana.
Masjid utama peninggalan abad XIII saat ini hanya tinggal reruntuhan. Namun menara utama masih ada setelah dilakukan pemugaran. Menariknya, di sisi reruntuhan masjid utama terdapat sebuah gereja beratap hijau mencolok, peninggalan abad XVIII.
Masjid utama Bolgar dulu mempunyai bangunan utama seluas 32 meter kali 34 meter, terbagi menjadi 20 ruang. "Pada saat ini pembangunan kembali bangunan utama masih belum dapat dilakukan. Hanya menara utama yang sudah tuntas direstorasi," tambah Diana
Di sekitar reruntuhan masjid utama terdapat makam ulama Islam pertama Bolgar, Sakhabakh. Pada 2011 dibangun monumen buat Sakhabakh.
Sebuah bangunan yang cukup menarik perhatian yaitu Ruang Hitam (Black Chamber), dibangun pada pertengah abad XIV. Menurut legenda setempat, Ruang Hitam pernah dipakai sebagai tempat persembunyian raja Bolgar dan keluarganya ketika diserang Khan Tamerlein.
Ruang Hitam itu dibakar oleh penyerang, hingga raja Bolgar tewas di lokasi. Namun ada seorang putri raja yang berhasil selamat dari kepungan api. Khan Tamerlain bersedia mengampuni sang putri asal mau dinikahi.
Sang putri bersedia dengan syarat Khan Tamerlein membebaskan saudara laki- lakinya yang ditangkap dan memberinya sebuah kuda untuk meninggalkan lokasi itu. Syarat dipenuhi, namun Khan Tamerlin tidak bisa menikahi perempuan tersebut karena sang putri bunuh diri dengan cara terjun ke sisa bangunan yang masih membara.
Imam Marjani
Dari Bolga Bolgar berkembang Islam ke wilayah Tatastan, termasuk Kota Kazan. Tak heran di Kazan terdapat berbagai masjid bersejarah.
Paling terkenal yaitu Masjid Marjani yang dibangun selama 4 tahun mulai 1766- 1770. Izin pembangunan masjid diberikan oleh Permaisuri Ekaterina II.
Sebelumnya masjid ini diberi nama Pervaya Sobornaya dan Yunusovskaya, namun akhirnya diberi nama Marjani, sebagai bentuk penghormatan kepada Imam Shigabutdin Bagautdinovich Marjani.
Marjani merupakan pemimpin pertama jemaah muslim pada 1850-1889. Masjid Marjani merupakan satu-satunya tempat ibadah muslim di Kota Kazan yang tidak pernah ditutup
Berbeda halnya dengan Masjid Sultanov yang dibangun pada 1867. Keunikan masjid ini, kiblatnya ditentukan Shigabutdin Marjani. Pada masa pemerintahan komunis Uni Sovyet, Masjid Sultanov ditutup dan baru dibuka kembali pada 1994 setelah bergulir reformasi di Rusia.
Nasib Masjid Apanaev, Kazan, lebih tragis di masa Uni Sovyet. Kubah termpat ibadah yang dibangun 1768-1769 itu sempat dihancurkan, begitu pula menaranya dirobohkan atas perintah pemerintah komunis.
Namun di kalangan muslim Rusia, madrasah di Masjid Apanaev merupakan tempat pendidikan Islam terbaik dan prestisius. Nama masjid berasal dari pedagang Apanaev yang merawat dan mengembakan masjid. (febby mahendra)
SUMBER : TRIBUN MANADO CETAK.