Masjid Megah di Tengah Kremlin Putih
Ada Kremlin lain yang belum banyak dikenal yaitu di Kota Kazan, ibukota Republik Tatarstan.
Republik Tatarstan terbagi menjadi 43 wilayah administratif, semacam kota dan kabupaten di Indonesia. Kazan, ibukota Tatarstan berada di tepian sungai Volga, sebuah sungai terpanjang di Eropa.
Seperti Indonesia, Republik Tatarstan merupakan negeri tempat hidup berbagai pemeluk agama. Agama yang paling banyak dianut warga Tatarstan yaitu Islam dan Kristen Otodoks. Dalam jumlah lebih sedikit ada juga pemeluk agama Katholik, Kristen Protestan, agama Yahudi, dan Krisnaism.
"Seperti juga di Indonesia, warga Tatarstan sangat menjaga tolerensi beragama. Kami dapat hidup rukun. Anda bisa lihat sendiri, bukan sesuatu yang aneh di sini kalau letak masjid dan gereja saling berdekatan," ujar Sergey Ivanov, Deputi Menteri Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Republik Tatarstan.
Sergey Ivanov memang tidak sedang membual. Menjelajah Kota Kazan, gereja Kristen Ortodoks dan masjid, tampak bertebaran. Di kompleks Kremlin Putih, bahkan Masjid Kul Sharif bertetangga dengan Kathedral Blagoveshchensky. (febby mahendra)
Tatarstan, Pusat Penyebaran Islam di Rusia (2-Habis)
Ada Alquran Raksasa di Monumen Mirip Masjid
Sejarah Islam di Tatarstan tak lepas dari Volga Bolgar, sebuah kota kecil di sebelah selatan Kazan, ibukota Republik Tatarstan.
Untuk ke Volga Bolgar, Tribun menumpang bus selama sekitar 3 jam. Jarak dari Kazan sekitar 180 kilometer.
Wilayah bekas peninggalan kesultanan Islam tersebut boleh dibilang sunyi dan jarang penduduk. Begitu masuk ke kawasan Volga Bolgar, sebuah masjid besar berwarna putih tampak dari kejauhan. Arsitek masjid mirip dengan Taj Mahal di India, lengkap dengan kolam panjang di depannya.
Masjid yang dilengkapi madrasah tersebut merupakan bangunan baru. Masjid Volga Bolgar didirikan sebagai kelanjutan pembangunan kembali (restorasi) kompleks bersejarah di Volga Bolgar.
Selain masjid, ada monumen untuk mengenang penerimaan Islam sebagai agama resmi di Bolgar pada tahun 922. Monumen itu berupa sebuah bangunan, sepintas mirip masjid karena memiliki kubah berwarna kuning keemasan.
Di bagian bawah monumen terdapat museum, berisi diorama berupa lukisan yang menceritakan proses masuknya Islam dari Irak hingga deklarasi penerimaan Islam sebagai agama resmi Volga Bolgar.
"Pada 992 Khan Almush mencari dukungan militer dengan mengundang duta besar dari Baghdad. Saat itu Almush mendeklarasikan Islam sebagai agama resmi Volga Bolgar," kata petugas museum.
Para pengunjung museum harus melepas alas kaki atau membungkus sepatu menggunakan plastik. "Silakan Anda mengenakan plastik ini sebagai pembungkus sepatu. Museum ini harus tetap bersih dari kotoran dan debu yang menempel di sepatu pengunjung," ujar penjaga museum.
Dalam bangunan itu juga terdapat Kitab Suci Alquran raksasa yang ditempatkan dalam kotak kaca besar. "Konon Alquran ini merupakan yang terbesar di dunia. Begitu yang saya tahu," ujar Diana, warga muslim Tatarstan yang mendampingi Tribunnews.
Uniknya, juga dibangun museum pembuatan roti di kompleks warisan budaya itu. Ada pusat penggilingan gandum menggunakan kincir angin dan sebuah rumah pembuatan roti, makanan utama penduduk Bolgar.