Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cuaca Buruk

Januari, Hujan Sehari-Hari!

Angin kencang dan hujan deras melanda Kota Manado dan sebagian daerah di Minahasa, Senin (7/1/2013) sore.

Editor:
zoom-inlihat foto Januari, Hujan Sehari-Hari!
net
ilustrasi
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Angin kencang dan hujan deras melanda Kota Manado dan sebagian daerah di Minahasa, Senin (7/1/2013) sore. Hujan berlangsung sejak Minggu (6/1/2012) dinihari dan hingga Senin sore belum juga ada tanda-tanda akan berhenti.

Aliran listrik dari PLN pun dipadamkan sejak sekitar pukul 16.00 wita. "Tidak berani keluar rumah, takut tertimpah dahan pohon," ujar Alin Taghupia, warga Tateli. "Sudah harus siap-siap, biasanya kalau hujan terus menerus seperti ini, kompleks kami akan digenangi air," kata warga lainnya Abner Haerani, warga Tuminting.

Selain itu tinggi gelombang laut di perairan Nusa Utara juga membahayakan pelayaran kapal. Warga yang bermukim di tiga kabupaten di Nusa Utara (Kabupaten Talaud, Kabupaten Sangihe dan Kabupaten Talaud) dihubungkan dengan Kota Manado melalui transportasi laut. "Tidak berani pulang ke Manado, cuaca sangat jelek," kata Angel Makanoneng, mahasiswa UKIT asal Sitaro.

Akibat adanya cuaca hujan lebat disertai angin kencang, jarak pandang di atas Bandara Sam Ratulangi hanya mencapai 500 meter, yaitu terjadi sekitar pukul 8.30-9.00 Wita.

"Jika hujan lebat terjadi, jarak pandang akan menurun, namun saat ini rata-rata 5 kilometer, namun normalnya 10 kilometer, kata Prakirawan Ratih Prasetya, Senin (7/1/2012). Ratih menambahkan untuk itu pihaknya selalu berkoordinasi dengan otoritas bandara untuk pengaturan pesawat terbang.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sam Ratulangi sudah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrim di Manado dan sekitarnya, Senin (7/1/2012).

"Peringatan ini berlaku pada 7 Januari 2013, hasil pantauan radar cuaca dan citra satelit hari ini hingga pukul 12.00 Wita," ujar Prakirawan Ratih Prasetya.

Ratih menambahkan hal tersebut terjadi karena adanya peningkatan aktivitas pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Sulut yang berdampak pada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang di wilayah Manado, Minahasa, Minahasa Utara, Tomohon, Bitung, Minahasa Selatan dan Kepulauan Sangihe dan Talaud. "Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga sore hari," katanya.

Kondisi seperti ini terjadi karena adanya tekanan rendah di banyak wilayah, satu di antaranya adanya badai tropis di sonamo di Laut Cina Selatan, serta adanya belokan Massa udara di udara Maluku.

Kecepatan angin atas wilayah Sulawesi Utara mencapai 40 kilometer per jam, sedangkan di angin permukaan mencapai 30 kilometer per jam.

Sementara itu, hujan yang mengguyur Kota Manado beberapa pekan ini, membuat di beberapa ruas jalan tergenang air, seperti genangan air yang ada di jalan Pierre Tendean Boulevard, Senin (7/1/2013) siang.

Pantauan Tribun Manado, dari belakang Multi Mart sampai depan itCenter terdapat pembatas jalan yang dipasang Dinas Perhubungan Manado, di situlah terdapat genangan air sekitar 15 centimeter dan memakan setengah badan jalan.

Beberapa orang yang hendak menyeberang harus melewati genangan air tersebut. Genangan air pun terus terlihat sampai di depan Megamall Manado, terlebih di pertigaan jalan samping sekolah Rex Mundi Manado. Disitu jalannya sudah tertutup penuh genangan air setinggi bumper mobil. (tribunmanado/kompas.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved