Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Citizen Journalism

Kami Temukan Doa dalam Bahasa Manado

MELAKUKAN perjalanan spiritual ke puncak Gunung Sinai sungguh memberikan rasa kedamaian.

Editor:
zoom-inlihat foto Kami Temukan Doa dalam Bahasa Manado
IST
Tempat kelahiran Tuhan Yesus.
Oleh Piktor Sitohang
GM Garuda Branch Office Manado

MELAKUKAN perjalanan spiritual ke puncak Gunung Sinai sungguh memberikan rasa kedamaian bagi saya dan istri. Kami melihat  tempat  dimana Nabi Musa menerima  secara langsung 10 perintah dari Tuhan.

Setelah naik ke puncak Gunung Sinai dan beristirahat di hotel, keesokan harinya kami kembali menuju ke Kota Nuebah. Selepas makan siang di kota pelabuhan tersebut kami  melanjutkan perjalanan ke Kota Taba, Mesir untuk menyeberang ke Eliat, kota di Israel. Kami masuk ke Kota Eilat dengan pengawalan dan pemeriksaan sangat ketat.
Pemeriksaan dilakukan berlapis-lapis sebanyak empat sampai lima kali oleh  tentara Israel sebelum kami dinyatakan boleh masuk wilayah Israel.  Meski demikian, petugas keamanan tetap ramah kepada semua wisatawan.

Kota Eilat ini merupakan kota modern yang berbatasan langsung dengan Kota Gaza. Eilat  merupakan kota paling ujung dari negara Israel dan juga merupakan kota pelabuhan serta kota wisata seperti Bali. Di sebelah gunung kota Eliat kami melihat roket anti rudal Israel yang siap menyambut roket-roket dari Hamas (Palestina).
Dari kota Eilat, kami langsung menuju ke Kota Jerusalem dengan bus. Kami menempuh jarak 340 kilometer selama lima jam perjalanan. Sekitar pukul 20.00 waktu setempat kami masuk Kota Jerusalem. Tapi kami menginap di Bethlehem yang berada di wilayah teritori Palestina.

Kami menginap selama tiga hari di Bethlehem. Malam kami pulang ke Palestina dan pagi masuk kembali ke Jerusalem (Israel). Melewati Bethlehem tidak ada masalah dan sangat nyaman, karena tidak ada pemeriksaan yang berlebihan dan tidak ada perang seperti yang terlihat di televisi. Di Bethlehem sebagian besar penduduknya beragama kristen. Konflik dengan Israel lebih berpusat di jalur Gaza.

Kami mengunjungi tempat lahirnya Yesus Kristus yakni Groto Napiti Bethlehem atau kandang domba. Lokasi tempat Yerus lahir 2000 tahun lalu kini sudah dibangun gereja yang  di dalamnya terdapat kandang. Dari situ kami kemudian menuju ke bukit padang ladang gembala dimana sesuai alkitab para penggembala mendapat petunjuk dari Tuhan melalui bintang berekor  yang mengatakan bahwa telah lahir Juru Selamat Dunia yaitu Yesus Kristus.  

Di padang  gembala tersebut kini telah berdiri gereja. Dari situ  kami beranjak ke Garden Tom. Garden Tom diyakini sebagai kuburan Yesus setelah wafat dan bangkit tiga hari kemudian. Kami juga berkunjung ke tempat Yesus Meratapi Kota Jerusalem. Tempat itu sekarang telah menjadi gereja dan dari sana dapat melihat Kubah Emas dan Mesjid Al Aqsha.
Di tengah kota Jerusalaem ini terdapat dua mesjid besar yang pernah menjadi kiblat kaum Muslimin sebelum berpindah ke ka'bah. Di sebelah mesjid Al Aqsha terdapat tembok ratapan tempat orang Yahudi berdoa. Dari sejarah, terlihatlah Jerusalem merupakan kota sucinya orang  Kristen, Islam dan  Yahudi. Tempat Yesus meratapi Jerusalem itu sekarang sudah dibangun gereja. Dari situ kami menuju ke taman Getsemani. Taman ini merupakan tempat Yesus berdoa sebelum ditangkap tentara Romawi kemudian disalibkan. Saat itulah  Judas datang bersama tentara Romawi untuk membawa Yesus.

Setelah dari taman Getsemani, kami menuju ke tempat Yesus naik ke surga setelah 40 hari bangkit dari kuburNya. Tempat tersebut sekarang telah menjadi kubah. Kami kemudian menuju ke Gereja Peter Naster. Di sini Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami yang di Surga yang menjadi doa seluruh umat Nasrani di dunia. Di dalam gereja tersebut terpampang tulisan doa dengan berbagai bahasa termasuk Bahasa Indonesia, bahasa Batak dan bahasa Manado.

Kemudian perjalanan berlanjut menuju ke Gereja Ayam Berkokok. Besoknya kami menyusuri viadolorosa atau jalan salib yang terdapat 14 titik sempai ke puncak penyaliban di Golgotha. Di puncak penyaliban Yesus tersebut kita bisa memahami bagaimana penderitaan Yesus saat itu. Kita jalan biasanya saja sudah setengah mati, apalagi Yesus berjalan sambil membawa salib dan dicambuki.

Di jalan viadolorossa kini sudah terdapat pasar-pasar yang banyak dihuni penduduk Arab Muslim. Hanya sebagian kecil penduduk Israel, namun mereka hidup sangat rukun. Kemudian  dari situ kami menuju ke Kolam Bethesda, tempat  dimana dulu Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit. Kami juga ke Jericho  yang terdapat pohon Sakeus lalu ke Kaumran dan Laut Mati.

Tak ketinggalan kami mampir di Tiberias, Ganau Galilea. Di sini Yesus memberi makan ribuan orang. Setelah setelah menjalani ini semua kami kembali terbang ke Jordania, naik pesawat ke Abu Dhabi lalu pulang ke Jakarta.

Ini memang Holyland Tour tapi tur objek wisata yang tertera di Alkitab. Dalam perjalanan tersebut kami petik pengalaman pribadi sangat menyentuh kerohanian. Semuanya ada dalam Alkitab. Aku mengucap syukur. Ya Tuhan, terima kasih aku sudah dapat kesempatan waktu dan datang ke tempat ini untuk melihat apa yang Engkau tuliskan dalam Alkitab dan tempat itu memang ada. Kalau kita mampu dan mau untuk melakukan perjalanan Holyland akan menambah keimanan kita. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved