Liga Champion
Pertarungan Bergengsi dan Ukir Sejarah Baru
emaram cahaya ratusan ribu bola lampu Fussball Arena, akan menyinari kota Muenchen, Sabtu (19/5/2012) malam.
Sementara itu, Chelsea berpeluang menorehkan namanya dalam daftar pemenang turnamen ini untuk kali pertama. Sepanjang sejarah klub asal London ini berdiri, hanya satu kali mereka mencicipi atmosfer partai final, yaitu pada tahun 2008. Itu pun, Didier Drogba cs, harus mengakui keunggulan rival satu negaranya, Manchester United, dalam adu penalti yang berakhir 6-5 usai waktu normal berakhir imbang 1-1.
Tak ada jaminan
Kini, kedua klub tersebut akan bertemu di bawah kemilau lampu Fussball Arena. Chelsea memang memiliki statistik lebih bagus, karena mampu memenangkan satu-satunya laga pertemuan terakhir mereka pada perempat final Liga Champions 2005 dengan agregat 6-5. Akan tetapi, Arjen Robben dan kawan-kawan tentunya mempunyai motivasi lebih besar, karena bermain di kandang sendiri.
Namun, itu bukan jaminan. Kedua klub memiliki kendalanya masing-masing. Chelsea harus kehilangan dua bek andalannya, John Terry dan Branislav Ivanovic karena akumulasi kartu, serta duo gelandang Raul Meireles dan Ramires yang masih cedera.
Bayern setali tiga uang. Pasukan Jupp Heynckes itu juga kehilangan David Alaba, Luiz Gustavo, dan Holger Badstuber karena skorsing. Pemain bintang, Bastian Schweinsteiger juga diragukan kesiapannya tampil dalam laga ini karena cedera.
Tetapi, sejatinya sepak bola bukanlah rumus fisika. Ribuan pertandingan besar maupun kecil pernah menjadi bukti tuah kehebatan olahraga tertua di dunia itu. Tak ada yang bisa diprediksi hingga peluit panjang dibunyikan pimpinan lapangan. Karena itu, rasanya hanya satu yang ada di benak seluruh penggawa Bayern dan Chelsea, yaitu siap mati demi meraih kemenangan.
Boleh saja, ribuan pendukung Chelsea telah menyiapkan pesta di kota London. Begitu pula, dengan keyakinan besar pecinta Bayern yang siap membanjiri Kota Muenchen pada malam nanti. Namun, ratusan juta pasang mata mereka lebih dulu akan tertuju ke Fussball Arena, stadion megah yang akan menjadi saksi bisu para juara memainkan permainan indah untuk merajut kebesaran sejarah negara mereka.