Jamsostek

Penyapu Jalanan Masuk Peserta Jamsostek

Kami berharap agar para pekerja informal dan pekerja sosial misalnya di Manado bisa masuk peserta Jamsostek.

Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Deffriatno Neke

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Hingga saat ini masih banyak masyarakat Sulawesi Utara yang bekerja sebagai pekerja informal belum menjadi peserta Jamsostek. Padahal menjadi peserta Jamsostek banyak jaminan yang diperoleh dan memberikan manfaat buat para pekerja informal tersebut.

Menurut Kepala PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Sulawesi Utara, Arief Budiarto, saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, mengatakan, baru sekitar 1700 pekerja informal dan sosial yang sudah terdaftar sebagai peserta jamsostek.  Padahal menurutnya di Sulut masih banyak terdapat ribuan pekerja informal yang tersebar.

"Kami berharap agar para pekerja informal dan pekerja sosial misalnya di Manado bisa masuk peserta Jamsostek. Karena ini juga penting buat menjaga kesehatan bagi para pekerja informal ini seperti penyapu jalanan," kata Arief pada Tribun Manado.

Pekerja informal yang masuk sebagai peserya Jamsostek seperti tukang sapu, ojek, sopir, pedagang kaki lima, pedagang pasar, petani, dan nelayan. Sedangkan pekerja sosial seperti, Ketua RT, RW, Kepala Desa, kader posyandu, dukun bayi, ketua karang taruna, petugas linmas, badan musyawarah desa dan perangkat desa.

Menurut Arief, kendala yang dihadapi karena tidak ada wadah untuk mengkoordinir para pekerja informal dan pekerja sosial untuk penyampaian informasi dan mengumpulkan premi para peserta. Lalu belum ada keinginan pemerintah daerah memberikan bantuan subsidi untuk membayar premi para pekerja informal dan sosial.

"Karena para pekerja informal dan sosial ini adalah masyarakat dari pemda sendiri yang juga harus dilindungi dengan program Jamsos  yang diatur dalam  UU nomor 24 tahun 2011 dan UU nomor 40 tahun 2004. Di Kabupaten Purwakarta semua pekerja informal dan pekerja sosial telah masuk dalam program jamsostek," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta telah menyertakan. 75.474 pekerja informal dan 12.625 pekerja sosial dalam program Jamsostek. Pembayaran premi dibayarkan dari anggaran APBD sebesar Rp 25 miliar pertahun.

"Mudah-mudahan ini bisa menjadi percontohan untuk di daerah Sulut sendiri. Karena para pekerja ini juga merupakan masyarakat dari pemerintah daerah sendiri," ucap Arief.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved