Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Komunitas

Mengajar Layaknya Orang Tua Sendiri

Berbeda dengan guru pengajar di sekolah umum, guru-guru pengajar anak berkebutuhan khusus memiliki teknik

Editor: Andrew_Pattymahu

Berbeda dengan guru pengajar di sekolah umum, guru-guru pengajar anak berkebutuhan khusus memiliki teknik pengajaran yang berbeda yang membutuhkan tingkat kesabaran tinggi, kedekatan memahami anak dengan dekat layaknya seperti ajaran orang tua adalah satu diantara syarat utamanya.

Ya.. Anak berkebutuhan khusus adalah anak-anak yang boleh dikata anak dengan diagnosa yang beragam seperti autis, downsyndrom, keterlambatan bicara, kesulitan belajar, atau gangguan perkembangan lainnya, yang berbeda dengan anak normal lainnya

Kepala Sekolah sekaligus pendiri sekolah Sentra Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus 'Amadeus', Frits Runggu M Sitompul STh, mengatakan, dinamakan sekolah khusus maka penanganannya juga khusus, kurikulum khusus dan tiap anak ditangani secara khusus pula.

"Anak-anak yang berkebutuhan khusus ditangani khusus. Kami disini berusaha membuat anak-anak berkebutuhan khusus agar bisa bersekolah di sekolah umum yang kami lakukan theraphy bertahap," jelas Sitompul

Dikatakan kepala sekolah ada tiga kelas theraphy yang dilakukan, yaitu perilaku therapy, kelas sensory integrasi dan kelas bersama.

Dijelaskannya, kelas perilaku theraphy adalah dimana satu guru menangani satu murid dalam satu ruangan, kemudian kelas sensory integrasi adalah untuk merangsang sistem sensor dalam tubuh anak, serta Kelas bersama, yaitu menggabungkan beberapa anak yang kemampuan bersama atau kelas sosialisasi yang diperuntukkan sebelum anak masuk ke sekolah reguler.

"Semua guru pengajar diberikan trainning (pelatihan), guru-guru adalah mereka yang konsen dengan anak-anak, perhatian dan sayang pada anak-anak berkebutuhan khusus ini. Menangani bukan hanya dengan kepintaran guru, tapi kesabaran dan ketulusan melayani mereka itulah yang diperlukan guru, karena biasanya hati anak berkebutuhan khusus mereka peka" ungkapnya

Dengan visi membantu anak-anak berkebutuhan khusus, sekolah 'Amadeus' juga memberikan pelatihan dan pemahaman pada orang tua supaya mereka bisa melatih anak-anak mereka, agar orang tua bisa menghadapi anak-anak mereka saat berada di rumah.

Dikatakan Sitompul, sekolah hanya pemandu, dilanjutkan ke rumah, orang tua di trainning bagaimana menangani mereka dirumah seperti dalam sekolah, karena menurutnya lebih baik progress lebih cepat dibantu dilingkungan sekitarnya.

Pengalamannya selama mendidik anak berkebutuhan khusus, dimana syarat ideal dipenuhi adalah 2 sampai 3 tahun di therapy untuk 'normal'.

"Bukan melulu progress theraphy dari sekolah, tapi kita juga menyarankan orang tua melakukan hal yang sama. Itu juga mempercepat anak-anak lebih baik," ujarnya

Diakuinya, dari theraphy yang dilakukan dirinya bersama komunitas guru-guru pengajar, ada anak yang sudah sekolah billingual dan Paud.

"Dari info guru dan orgtua mereka bisa melakukan sekolah itu dengan baik. Karena pelajaran disini kita sesuaikan pelajaran di TK dan SD kelas 1. Contohnya Adi satu diantara anak berkebutuhan khusus sudah bisa membaca karena bulan pertama Adi masih menangis, sekarang juga sudah biasa bersosialisasi," jelasnya.

Novita Lala, Satu diantara guru theraphy, mengakui menangani anak berkebutuhan khusus miliki tantangan lain, cara penanganan anak bertingkah juga berbeda, bisa dilakukan dengan suara halus, kata 'tidak' atau dengan 'Big Huge'.

"Selain bisa mendidik anak, kita bisa menjadikan contoh mendidik anak dirumah dengan rasa kasih. Belajar mempelajari anak disini seperti anak dirumah," ungkap Lala yang sudah sepuluh tahun menjadi guru theraphy

Ibu Merlyn Roeroe Lasut, satu diantara orang tua yang anaknya berkebutuhan khusus, mengakui pusat sentra yang komplit lengkap dari prosedur menangani anak berkebtuhan khusus sensorik integrasi ada di 'Amadeus'.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved