kenaikan BBM
BBM naik, ke Mana Rupiah akan Bergerak?
RAPBN-P 2012, pemerintah hanya mengajukan opsi tunggal penghematan anggaran subsidi BBM
Angka asumsi pertumbuhan ekonomi tahun ini juga dinilai menjadi pendorong investor melepas rupiah. Dalam asumsi makro yang disepakati pemerintah dan komisi XI DPR, target pertumbuhan ekonomi di kisaran 6,3% - 6,7%.
Menurut Tony, angka tersebut tidak realistis dan justru mengundang keraguan pasar, sehingga mereka melepas rupiah. Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi kita 6,5%.
Selain dipengaruhi sentimen dalam negeri, sentimen luar negeri juga turut mempengaruhi gerak rupiah. Harapan masih ada bagi penguatan rupiah jika kondisi Eropa membaik. Namun, bila di dalam negeri sentimen negatif akibat kenaikan BBM muncul, rupiah bisa kembali melemah.
Untuk jangka panjang, Jimmy memprediksi, pergerakan rupiah akan berada di kisaran 9.100-9.200 hingga akhir tahun. Sedangkan Andi dan Tony meramal, pergerakan rupiah berada di rentang Rp 9.000-Rp 9.200 pada akhir 2012.
Berdampak positif untuk jangka panjang
Di luar pro kontra yang ada, kenaikan harga BBM dinilai akan berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia dalam jangka panjang. Executive Director dan Senior Economist UBS ASEAN Edward Teather ikut sepakat bahwa kenaikan harga BBM subsidi akan memberi beban inflasi untuk jangka pendek. Namun secara jangka panjang, kenaikan harga BBM itu justru berdampak positif bagi Indonesia.
Edward beralasan, alokasi anggaran subsidi BBM bisa dimanfaatkan untuk mendanai pembangunan infrastruktur. “Bila harga BBM terlalu murah maka masyarakat mengonsumsi terlalu banyak bensin. Artinya Indonesia harus mengimpor lebih banyak minyak. Padahal lebih baik memperbesar belanja modal untuk jangka panjang,” ungkapnya dalam UBS Indonesia Conference 2012, Selasa (6/3).
UBS melihat ada kecenderungan inflasi naik pasca kenaikan harga BBM. Hanya saja, Edward menyatakan, kenaikan tersebut tak lantas berdampak buruk pada perekonomian Indonesia. Pasalnya, UBS menilai saat ini perekonomian Indonesia sedang kuat dan kondisi kredit juga sedang bagus.
Begitu pula minat investor untuk berbisnis di Indonesia pun tetap tinggi. "Bila diminta memilih antara insentif pajak atau infrastruktur maka investor akan memilih infrastruktur sebagai insentif untuk melakukan bisnis di Indonesia," kata Edward.
Fitch Ratings juga menyambut baik rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Lembaga pemeringkat rating ini menilai, bila kebijakan itu terealisasi akan berdampak positif pada peringkat surat utang Indonesia.
Dalam siaran persnya, Fitch megungkapkan, kebijakan itu akan membatasi dampak fiskal akibat naiknya harga minyak mentah dunia. Selain itu, Fitch menyatakan, kebijakan itu akan meningkatkan fleksibilitas fiskal. Fitch menyadari kebijakan pembatasan subsidi ini akan memicu inflasi. Namun, lembaga ini menilai laju inflasi hanya berdampak pada sementara waktu saja.
Namun, Fitch mengatakan, Indonesia harus menguatkan dana cadangannya untuk mengatasi capital outflows sejak pasar modalnya melemah. Catatan saja, cadangan devisa melorot US$ 0,9 miliar pada Januari 2012 lalu.