Natal 2011
Disperindag Manado Turunkan Tim Pemantau Sembako
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Manado menurunkan tim untuk melakukan pengawasan terhadap harga sembako
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Manado menurunkan tim untuk melakukan pengawasan terhadap harga sembako di pasar-pasar, Kamis (22/12/2011).
'Saat ini bukan lagi stok sembako lagi yang harus diperhatikan, melainkan pengawasan terhadap harga di pasaran, agar jika ada kenaikan, masih dalam batas yang wajar," ujarnya Kepala Disperindag Manado Fanny Sirang.
Sirang menambahkan saat ini berdasarkan pemantauan yang dilakukannya, terjadi kenaikan harga dipasaran terhadap beberapa jenis sembako, seperti gula, beras dan yang lainnya, namun masih dalam batas yang normal. "Kenaikan harga sembako di pasaran masih aman berkisar 10-15 persen," ungkapnya.
Berdasarkan rapat koordinasi yang dilakukan dibeberapa waktu lalu distributor yang ada di Sulut telah menyediakan stok
dari
Makassar dan Jawa. "Distributor setiap dua minggu sekali mendatangi
stok sembako untuk keperluan di Sulut, sehingga untuk keperluan Sulut
sudah aman," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Manado Ricky Poli
mengatakan
untuk stok daging di Manado menjelang Natal dan tahun baru mencukupi,
mulai daging ayam, sapi dan babi. "Kami melakukan pengawasan di Rumah
Pemotongan Hewan (RPH) untuk mengantisipasi ada hewan yang sakit beredar
di masyarakat," ungkapnya.
Untuk stok daging didatangkan dari daerah sekitar Manado, seperti Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Bolmong dan yang lainnya. "Peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2012 berkisar 300 persen, terutama untuk daging babi," ungkapnya.
Untuk daging ayam jika hari biasa
konsumsi di Manado hanya 6000 kilogram per hari, jelang hari raya bisa
mencapai 12.000 kilogram per hari. Untuk telur konsumsi masyarakat dapat
mencapai 500 ribu butir per hari jelang Natal dan Tahun Baru 2012.
"Untuk telur sudah ada tambahan pasokan dari Pulau Jawa," katanya. (erv)