Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Natal 2011

Disperindag Manado Turunkan Tim Pemantau Sembako

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Manado menurunkan tim untuk melakukan pengawasan terhadap harga sembako

Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Manado menurunkan tim untuk melakukan pengawasan terhadap harga sembako di pasar-pasar, Kamis (22/12/2011).

'Saat ini bukan lagi stok sembako lagi yang harus diperhatikan, melainkan pengawasan terhadap harga di pasaran, agar jika ada kenaikan, masih dalam batas yang wajar," ujarnya Kepala Disperindag Manado Fanny Sirang.

Sirang menambahkan saat ini berdasarkan pemantauan yang dilakukannya, terjadi kenaikan harga dipasaran terhadap beberapa jenis sembako, seperti gula, beras dan yang lainnya, namun masih dalam batas yang normal. "Kenaikan harga sembako di pasaran masih aman berkisar 10-15 persen," ungkapnya.

Berdasarkan rapat koordinasi yang dilakukan dibeberapa waktu lalu distributor yang ada di Sulut telah menyediakan stok
dari Makassar dan Jawa. "Distributor setiap dua minggu sekali mendatangi stok sembako untuk keperluan di Sulut, sehingga untuk keperluan Sulut sudah aman," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Manado Ricky Poli
mengatakan untuk stok daging di Manado menjelang Natal dan tahun baru mencukupi, mulai daging ayam, sapi dan babi. "Kami melakukan pengawasan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) untuk mengantisipasi ada hewan yang sakit beredar di masyarakat," ungkapnya.

Untuk stok daging didatangkan dari daerah sekitar Manado, seperti Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Bolmong dan yang lainnya. "Peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2012 berkisar 300 persen, terutama untuk daging babi," ungkapnya.

Untuk daging ayam jika hari biasa konsumsi di Manado hanya 6000 kilogram per hari, jelang hari raya bisa mencapai 12.000 kilogram per hari. Untuk telur konsumsi masyarakat dapat mencapai 500 ribu butir per hari jelang Natal dan Tahun Baru 2012. "Untuk telur sudah ada tambahan pasokan dari Pulau Jawa," katanya. (erv)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved