Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cuaca

Ini lho Proses Terjadinya Puting Beliung Versi BMKG

Kasus bencana alam puting beliung di lokasi pemukiman warga Wangurer Barat dan Girian Indah pengaruh dari kurangnya rindangan pohon.

Editor:

Bencana alam puting beliung yang menerjang Wangurer Barat menimbulkan kerugian harta benda warga setempat. Ada 4 rumah yang dilahap angin ganas puting beliung.

Hal ini diungkapkan, Sekertaris Lurah Wangurer Barat, Umie Sukono ketika ditemui di ruang kerjanya, tiupan angin yang terjang warga Kelurahan Wangurer Barat tidak menimbulkan korban jiwa.

"Empat rumah rusak. Tapi dari empat ini satu rumah yang rusak berat. Padahal rumah temboknya ini tiga lantai, ditiup angin langsung rata tanpa tersisa," ungkapnya.     

Ia menambahkan, selain empat rumah ada pula satu sekolah taman kanak-kanak Islam Al Hayyat porak-poranda. "Sekarang untuk sementara tempatnya tidak buat untuk kegiatan belajar-mengajar," ujarnya.

Saat ini, pemerintah Kota Bitung telah mengucurkan bantuan bagi para korban puting beliung, berupa bahan makanan.  "Kami beri beras, mie instan, ikan kaleng,"urai Umie.

Sebenarnya, wilayah Wangurer Barat dan Girian Indah 10 tahun lalu masih kawasan rindang hijau, tidak seperti sekarang yang lebih sedikit vegetasi pohonnya.

"Sudah jadi kawasan padat penduduk. Jadi angin bertiup kencang tidak bisa terfilter oleh tumbuhan-tumbuhan rindang," ujar Sadat Minabari, Kepala Bidang Analisis Dampak Lingkungan Badan Lingkungan Hidup Bitung.

Sebaiknya, tutur Sadat, di kawasan ini harus menyisakan lahan hijau 35 persen agar ada keseimbangan alam dan mampu pula melindungi tempat tinggal penduduk Wangurer Barat dan Girian Indah.

"Kami imbau warga banyak tanam pohon di pekarangan atau sekitar rumah terdekatnya. Bisa tanam Mahoni, Angsana dan Tiara Payung," urainya. (bdi)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved